SUARA BANDUNG BARAT - Tanaman hias termasuk elemen penting dalam dunia dekorasi yang dapat mempercantik rumah maupun taman sehingga harus dijaga keindahannya.
Salah satu penjagaan tanaman hias yaitu dengan menyiram menggunakan air bekas cucian beras yang mengandung nutrisi bagus.
Namun, seringkali terjadi kesalahan dalam penggunaanya yang justru malah merugikan pertumbuhan dan kesehatan tanaman tersebut.
Apa saja kesalahan-kesalahan dalam penggunaan air bekas cucian beras tersebut?
Dilansir Suara Bandung Barat dari kanal YouTube Alam Organik, Sabtu (07/10/2023) Berikut ini kesalahan yang harus dihindari dalam penggunaan air bekas cucian beras untuk tanaman.
1. Menggunakan Air Cucian Beras yang Tidak Segar
Kesalahan pertama yang sering terjadi yaitu menggunakan air cucian beras yang sudah tidak segar atau bahkan telah tercemar oleh bakteri dan jamur patogen.
Ini dapat dengan mudah dikenali dari aroma yang tidak sedap atau berbau busuk. Air cucian beras yang telah terkontaminasi dapat membahayakan kesehatan tanaman hias.
Untuk itu, selalu pastikan untuk menggunakan air cucian beras yang masih segar atau yang telah mengalami proses fermentasi.
Baca Juga: Cara Merawat Tanaman Hias Gantung Tanpa Ribet: Dijamin Jadi Hobi Deh
2. Menyiram Tanaman Terlalu Sering
Kesalahan kedua adalah menyiram tanaman hias dengan air cucian beras terlalu sering atau bahkan setiap hari.
Hal ini dapat mengakibatkan overdosis nutrisi pada tanaman dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.
Karena tanaman membutuhkan waktu untuk menyerap nutrisi, jadi jangan terlalu terburu-buru dalam memberikan air cucian beras.
3. Menggunakan Air Cucian Beras yang Terpapar Bahan Kimia
Pastikan air cucian beras yang Anda gunakan berasal dari beras organik yang tidak terpapar bahan kimia berbahaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026