/
Selasa, 13 Desember 2022 | 10:23 WIB
Seorang pekerja sedang mengawasi pembangunan proyek perumahan pekerja konstruksi yang nanti digunakan untuk pekerja membangun infrastruktur di IKN, Penajam Paser Utara. (AANTARA/Ahmad Wijaya.)

Pekerja proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dikabarkan kini banyak yang pulang kampung karena merasa tertipu.

Pasalnya mereka hanya mendapat Rp 80 ribu per hari.

Kabar ini pun ditanggapi oleh Sekretaris Badan Otorita IKN, Jaka Santos Adiwijaya.

Ia mengakui, memang ada kasus terkait ketenagakerjaan dalam pembangunan IKN.

Menurutnya kasus ini berkaitan dengan kelompok kerja yang merasa tertipu dengan pihak yang mengajak kerja.

"Saya tau ada kasus terkait kelompok pekerja (beberapa orang)  yang merasa tertipu dengan orang yang mengajak kerja. Hal ini sedang ditangani Kepolisian," ujar Jaka saat dihubungi Suara.com, Selasa (13/11/2022).

Sedangkan soal isuu pekerja yang hanya dibayar Rp 80 ribu per hari ini sedang didalami oleh Kepala Satgas Pembangunan IKN dari Kementerian PUPR yang berkoordinasi dengan Kapolres setempat.

"Jadi, kami tunggu laporan dari satgas dan kepolisian. Jadi lengkapnya masih tunggu," kata dia.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Yusuf Sutejo menyatakan, ada 13 pekerja konstruksi yang lebih memilih pulang kampung, karena hanya menerima upah Rp80 ribu.

Baca Juga: Moon Sang Min Ungkapkan Perasaannya Bisa Beradu Akting dengan Kim Hye Soo di Drama Under The Queen's Umbrella

Padahal yang dijanjikan mandor awalnya upah Rp 150 ribu per hari.

"Jadi, mandornya kabur dan mereka (pekerja konstruksi) hanya minta tolong untuk pulang ke Jawa. Kita berusaha (menangkap mandor)," imbuh dia.

Load More