/
Senin, 19 Desember 2022 | 16:00 WIB
Anies Baswedan menghadiri perayaan puncak HUT ke-11 Partai NasDem. [Inibalikpapan.com]

Belum terlihat dampak yang signifikan terhadap Partai Nasional Demokrat (NasDem) sejak mereka mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres).

Partai yang berdiri sejak 11 November 2011 itu elektabilitasnya masih di bawah 5 persen. Hal itu berdasarkan survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Bahkan, hal serupa juga terjadi di Gerindra yang juga sudah mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capresnya. Hal itu disampaikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani belum lama ini.

“Efek deklarasi capres tersebut sejauh ini tidak terlihat punya dampak yang signifikan,” katanya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Minggu (19/12/2022).

Dari survei SMRC, dukungan untuk NasDem berkisar 3,2 persen. Posisi itu masih di bawah Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Padahal, Anies Baswedan sudah dibawa ke sejumlah daerah untuk dikenalkan. Ketua Umum (Ketum) NasDem Surya Paloh juga sudah mendeklarasikan. Namun survei itu tetap sama.

Untuk diketahui posisi Gerindra sendiri di urutan ketiga. Posisi itu di bawah Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) dan Golongan Karya (Golkar).

SMRC menyebutkan, PDI-P masih tertinggi. Dengan angka persentase dukungan mencapai 24,1 persen.

Di posisi kedua diduduki Golkar. Dengan angka persentase dukungan sebesar 9,4 persen

Baca Juga: Sembuh dari Covid-19, Deng Jiajia: Jaga Diri dan Orang Terdekat

“Belum ada indikasi suara Gerindra dan NasDem menjadi lebih kuat dibanding hasil Pemilu 2019."

“Gerindra 8,9 persen; Demokrat 8,9 persen; PKS 6,2 persen; PKB 6,1 persen; Perindo 4,6 persen; Nasdem 3,2 persen; PPP 2,9 persen; dan PAN 1,7 persen. Sementara partai-partai lain mendapat dukungan di bawah 1 persen,” katanya.

Menurutnya, jika dibanding dengan hasil Pemilu 2019 lalu, persentase angka dukungan terhadap PDI-P dan Demokrat mengalami peningkatan. Sedangkan, partai lain cenderung mengalami penurunan.

“Dibanding hasil Pemilu 2019 lalu, dukungan kepada PDIP naik dari 19,3 persen menjadi 24,1 persen. Elektabilitas Demokrat juga sedikit naik dari 7,8 persen menjadi 8,9 persen, atau relatif stabil,” jelasnya.

Ia menegaskan, setiap partai politik masih memiliki peluang untuk meningkatkan elektabilitasnya. Sebab dari hasil survei yang dilakukan, masih ada sekitar 20,9 persen responden yang belum menentukan pilihan.

“Kecenderungannya proporsisi undecided voters akan berkurang ketika sudah memasuki masa kampanye,” sebutnya

Load More