Isu bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan hengkang dari Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya ditepis oleh yang bersangkutan.
Sandiaga Uno pun menceritakan awal mula berkembangnya isu dirinya pindah ke PPP.
Hal ini bermula adanya undangan di Pondok Pesantren.
"Jadi dua minggu lalu saya diundang untuk acara di Pondok Pesantren Darul Ulum oleh salah satu pengurus PPP," ujarnya, Jumat, 29 Desember 2022.
Sandiaga Uno dalam kesempatan itu menampung banyak aspirasi dari para pendukung dirinya dan Prabowo Subianto pada masa Pilpres 2019 lalu.
Menurutnya aspirasi tersebut terkait solusi untuk perekonomian Indonesia dan desa-desa wisata di Tanah Air.
"Jadi aspirasi itu disampaikan pada saya dan tentunya saya terima," ujarnya.
Hingga saat ini Sandiaga Uno mengaku mengaku masih menjadi kader Gerindra yang loyal.
Ia pun hingga saat ini ia masih berkoordinasi dengan para pimpinan partainya.
Baca Juga: 7 Ucapan Tahun Baru Dalam Bahasa Korea, Bisa Dikirim Via WhatsApp
Menurut Sandiaga Uno, Gerindra adalah partai yang membesarkannya. Sehingga menjelang 10 bulan menuju pencalonan presiden dan wakil presiden ini, ia akan terus berdiskusi dengan para elit partainya
Ia mnegaku siap dengan apapun yang menjadi keputusan para elit Partai Gerindra.
Sedangkan untuk keinginannya nyapres hingga menyebrang partai, ia tetap kukuh menunggu keputusan Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Sandiaga Uno menyatakan siap berkontestasi di Pilpres 2024 pasca beberapa partai menyatakan siap mendukungnya, namun Partai Gerindra menyebut suara para kader sudah bulat untuk mengusung Prabowo Subianto.
"Kami buka ruang dan berikan penghormatan pada proses yang dilakukan parpol dalam menjajaki para calon tersebut. Kami menyampaikan kesiapan seandainya dipercaya atau diberi amanah untuk ikut berjuang kembali lagi di Pilpres 2024," kata Sandiaga saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 10 Desember 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL
-
Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%
-
5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama
-
5 Serum Vitamin C dan Niacinamide untuk Cerahkan Kulit Kusam, Mulai Rp20 Ribuan
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan
-
Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Golkar Tegaskan Komitmen Sanksi Bagi Kader Bermasalah
-
Rp11,3 Triliun Digelontorkan, BNPP Fokus Benahi Empat Masalah Besar Kawasan Perbatasan RI
-
Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha
-
Putusan MK soal Usia Wapres Langsung Berlaku 3 Hari, Kenapa Anggaran MBG Harus Tunggu 2 Tahun?