/
Kamis, 05 Januari 2023 | 15:20 WIB
Foto Rocky Gerung. (YouTube Rocky Gerung)

Penerbitan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja) yang dilakukan oleh Presiden Jokowi pada Jumat (30/12/2022) menuai kritikan dan polemik di masyarakat, terutama para buruh.  

Pasalnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea dan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal merasa kena prank dan ditipu karena isi dari Perppu Ciptaker tidak sesuai harapan dari usulan para buruh/pekerja kepada pemerintah. Padahal mereka telah percaya penuh kepada pemerintah.

Seperti yang diketahui, sebelum Perppu Ciptaker diteken oleh Presiden Jokowi, para buruh mendukung penuh dan dilibatkan dalam pembahasan rancangan dari Perppu Ciptaker. 

Peristiwa ini lantas membuat Pengamat Politik, Rocky Gerung angkat bicara terkait permasalahan tersebut. 

Menurut Rocky, pemerintah bukan hanya sekedar nge-prank para buruh, namun juga menghina masyarakat sipil. 

“Ini bukan sekedar di prank, tetapi pemerintah menghina gerakan masyarakat sipil. Buruh termasuk dari masyarakat sipil yang elemen politiknya tinggi sekali.” tandas Rocky Gerung dalam acara Forum News Network di channel YouTube pribadinya, dikutip pada Kamis (5/1/2023). 

“Keadaan politik kita bisa diselesaikan dengan negosiasi antara buruh dan pemerintah, itu omong kosong. Karena kita mesti pahami bahwa di dalam analisis ekonomi, pak Jokowi memang menghendaki supaya oligarki di servis dengan bagus karena panik terhadap investor yang tidak bisa kemana-mana, lalu disogok dengan Perppu itu. Jadi, harusnya para buruh negosiasinya dengan oligarki bukan dengan Presiden.” tambahnya. 

Rocky Gerung juga menegaskan bahwa jangan terlalu berharap dengan janji-janji yang diberikan. 

“Harusnya para buruh sadar, bahwa potongan-potongan janji itu gak mungkin dijadikan sebagai landasan untuk negosiasi.” tuturnya. 

Baca Juga: Kiki The Potters Tersangka tapi Belum P21, Nikita Mirzani Geram dan Sambangi Polres Jaksel

Load More