Pernyataan mengejutkan datang dari putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. Yah, dia menyebutkan banyak pihak yang tak suka padanya.
Hal itu tak pernah dia pungkiri. Ketua DPP PDIP tersebut lantas merasa bingung soal kenapa dirinya sering mendapatkan komentar negatif dari masyarakat.
Menurutnya, dia sudah bekerja keras. Mulai dari menyelesaikan beragam permasalahan sampai turun ke masyarakat.
"Merasalah (banyak orang tak suka). Bingung juga, nggak tahu kenapa? Kayaknya sudah berusaha kerja benar, turun ke bawah, kemudian kerja ke lapangan," kata Puan, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Sabtu (14/01/2023).
Dia sendiri mengaku, tak mampu mengentaskan semua masalah masyarakat Indonesia. Karena terlampau banyak.
Namun, dia kembali mengklaim bahwa sudah berusaha menyapa, menyerap, serta meninjau langsung sampai ke akar. Hanya saja sekali lagi, dia tetap merasa dilihat salah.
"Kayaknya memang yang udah nggak suka tetep aja nggak suka. Udah nggak lihat lagi apa yang dilakukan oleh Puan Maharani, tapi saya selalu salah aja. Tak semua langkah dan kebijakan yang saya ambil bisa menyenangkan banyak orang," ujarnya.
Walaupun itu, dia menegaskan bakal selalu bekerja keras. Khususnya, bagi rakyat Indonesia.
Salah di Mata Netizen
Baca Juga: Berkaca Kasus Revaldo Fifaldi, Ini 3 Cara Terbaik Terhindar dari Narkoba, Jangan Coba Dekatin!
Setelah ramai dibicarakan saat mematikan mic, Puan Maharani pada September lalu viral di media sosial lantaran membagikan kaus untuk warga dengan cara dilempar-lemparkan sambil ekspresi wajah Puan Maharani yang cemberut.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengklarifikasi, Puan Maharani tampak cemberut karena ulah pengawal pribadi.
Saat itu, Puan Maharani terkejut pengawal pribadinya membagi-bagikan kaus ke warga. Mestinya pembagian kaus itu tugas elite partai politik.
"Mbak Puan kaget, 'Lho, kok kamu yang megang kaus?' Mbak Puan itu nanya, bukan marah. 'Kok kamu yang pegang kaus? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas'," ujar Said di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2022).
Setelah itu, Puan Maharani viral lagi lantaran video Puan Maharani menanam padi di sawah dengan menancapkan benih berjalan maju, bukan mundur.
Cara Puan Maharani ini kemudian ditiru petani yang di sawah bersamanya. Menurut Puan Maharani, cara menanam padi di sana berbeda.
"Saya baru tahu pera petani di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali menanam dengan cara berbeda. Di sini arena tanam padi dibentuk segi empat, yang di tengah kotaknya harus diinjak. Tingkat basah lahan juga berbeda, dan makin ke depan ternyata tanahnya semakin dalam," tulis Puan Maharani di Instagramnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Jaring Bibit Unggul di Sumatra, 15 Atlet Muda Genggam Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026