/
Minggu, 15 Januari 2023 | 20:00 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. [Istimewa]

Kebijakan strategis diluncurkan Direktorat Jenderal Imigrasi. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno hal itu bisa memberikan dampak signifikan untuk meningkatkan pariwisata.

"Bandara Soekarno-Hatta masuk Top 5 di ASEAN dari segi kedatangan. Dengan dibuka kembalinya lalu lintas internasional di Tiongkok, maka diproyeksikan akan terjadi peningkatan angka kedatangan WNA,” ujarnya, dilansir Minggu (15/01/2023).

Ia menambahkan, kini volume penerbangan internasional semakin meningkat. Di 2023 ditargetkan ada 7,4 juta perlintasan masuk-keluar Indonesia.

Ia ingin, dunia pariwisata Indonesia bisa bangkit di bawah kepemimpinan Dirjen Imigrasi yang baru. Khususnya melihat rincian tersebut.

Direktorat Jenderal Imigrasi Silmy Karim lantas memberikan tanggapan. Mereka menyatakan, pihaknya tengah berkoordinasi bersama berbagai pihak buat mendapatkan hasil yang positif untuk peningkatan layanan.

Ia menekankan, imigrasi harus berkolaborasi dengan stakeholders terkait. Tujuannya buat mempublikasikan Electronic Visa on Arrival (e-VOA) di beberapa tempat.

Khususnya, yang memiliki potensi mendorong keterpaparan (exposure) khalayak terhadap produk keimigrasian.

"Masih cukup banyak Warga Negara Asing (WNA) yang belum paham betul mekanisme e-VOA. Padahal, ini fasilitas yang praktis dan memudahkan. Kita harus bersama-sama memublikasikan e-VOA di semua tempat, bahkan mungkin di pesawat. Jangan hanya di terminal kedatangan dan keberangkatan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga mengupayakan semua pembayaran pelayanan keimigrasian, perizinan dan bahkan overstay dapat dilakukan secara daring.

Baca Juga: Adu Harta Kekayaan Erick Thohir Vs La Nyalla, Bakal Bersaing Rebut Kursi Ketua Umum PSSI

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk mendasari pelaksanaan mekanisme tersebut juga akan segera diajukan ke Kementerian Keuangan.

Selain transformasi dari segi kesisteman, Ditjen Imigrasi merencanakan eksekusi kebijakan Golden Visa, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Golden Visa akan menargetkan WNA dari kalangan menengah ke atas, khususnya pebisnis dan talenta global untuk berkontribusi membangun perekonomian nasional.

“Global talent, investor dan wisman lansia mancanegara yang akan menjadi turunan dari Golden Visa. Visa ini akan berasal dari Second Home Visa. Saya bersama rekan-rekan jajaran keimigrasian sedang melancarkan usaha-usaha terbaik agar bisa memercantik wajah Imigrasi di mata dunia,” pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More