- Pansus DPRD DKI Jakarta menyegel area parkir ilegal di Blok M Square, Jakarta Selatan, pada Senin, 11 Mei 2026.
- Tindakan tegas tersebut bertujuan menghentikan praktik parkir ilegal yang merugikan masyarakat serta mengurangi potensi pendapatan asli daerah.
- Pemerintah akan menerapkan sistem parkir digital dan transparan untuk mencegah kebocoran pendapatan daerah di seluruh wilayah Jakarta.
Suara.com - Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta menggelar penyegelan terhadap area parkir ilegal di kawasan Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (11/5/2026).
Penyegelan dilakukan oleh Pansus bersama Unit Perparkiran (UP) Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai bentuk pengawasan nyata terhadap praktik perparkiran yang merugikan warga dan kas daerah.
"Untuk melindungi kerugian potensi pendapatan asli daerah," kata Ketua Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI, Jupiter di lokasi.
Parkir ilegal di kawasan Blok M Square disebut tidak hanya merugikan masyarakat sebagai pengguna, tetapi juga menggerus potensi pemasukan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Per hari, operator parkir bisa mendapatkan uang lebih dari Rp100 juta. Itu uang masyarakat yang diambil secara ilegal. Kami melindungi hak-hak masyarakat," tegas Jupiter.
Sistem pengelolaan parkir kawasan nantinya akan dikembalikan sepenuhnya ke UP Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Pansus memastikan langkah penyegelan ini bukan yang terakhir, dan akan terus digencarkan di kawasan-kawasan lain yang terindikasi memiliki praktik serupa di seluruh wilayah ibu kota.
Sebelumnya, Jupiter mengungkapkan bahwa Pansus mendorong digitalisasi sistem parkir guna memperkuat pencatatan transaksi sekaligus menutup celah kebocoran pendapatan daerah yang selama ini dianggap menganga.
"Digitalisasi wajib dilakukan. Semua operator wajib menggunakan sistem pembayaran cashless (nontunai)," ujarnya.
Baca Juga: Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
Jupiter menilai parkir off street, yakni fasilitas parkir yang berada di luar badan jalan dan terpisah dari lalu lintas umum, menyimpan potensi besar dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat banyak gedung di Jakarta memiliki area parkir yang dikelola oleh operator swasta.
Karena itu, Pansus mendesak agar pengawasan pendapatan tidak lagi bertumpu pada pencatatan manual yang rawan manipulasi.
Mereka turut menyoroti penerapan Electronic Transaction Parking Tax (E-TRAPT) secara real time oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai solusi pengawasan yang lebih andal dan transparan.
Berita Terkait
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
DPRD DKI: Jakarta Mimpi Jadi Kota Global Tapi Anak Putus Sekolah Masih Banyak
-
Omzet Rp3,5 M, Setoran Parkir Blok M Square ke Kas Jakarta Cuma Rp711 Juta, Ada Apa?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029
-
3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit
-
Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
-
Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya
-
Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka
-
Polisi Bongkar Bisnis Ilegal Airgun di Tanjung Priok, Pria 28 Tahun Ditangkap
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing