Sebagai salah satu peserta Pemilu 2024, Partai Buruh punya target besar. Partai yang berdiri 28 Agustus 1998 itu menargetkan diri untuk bisa meraih 30 kursi di DPR RI.
Termasuk, posisi kursi DPRD Provinsi dan Kabupaten. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Partai Buruh Said Iqbal dalam Rakernas yang berlangsung di Hotel Ciputra, Jakarta Barat (Jakbar) pada Senin (16/01/2023) hari ini.
Ia mengungkapkan, target minimal 20 kursi di DPR RI itu meluputi wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau dengan rincian 1 kursi.
Kemudian, untuk wilayah DKI Jakarta, Partai Buruh menargetkan mendapat dua kursi. Untuk wilayah Jawa Barat ditargetkan mendapat tujuh kursi, Jawa Timur dan Banten tiga kursi, serta Maluku dan Maluku Utara satu kursi.
“Target kursi DPR RI adalah 20 kursi minimal dan 30 kursi maksimal,” katanya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, di hari yang sama.
Ia menambahkan, target 10 kursi sebagai target maksimal 30 kursi yang dapat direbut berasal dari wilayah Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Tengah, dan Papua Pegununungan. Kemudian untuk wilayah Jawa Barat ditargetkan mendapat dua kursi.
“Itu lah dapil-dapil yang akan direbut Partai Buruh,” bebernya.
Partai Buruh menargetkan mendapat empat persen total suara untuk tingkat nasional atau enam sampai tujuh juta suara. Target jumlah suara itu akan direbut Partai Buruh di lima provinsi yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau.
Untuk wilayah Jawa Barat, Partai Buruh menargetkan mendapat dua sampai tiga juta suara sah. Sebab, jumlah buruh yang berserikat di Jawa Barat mencapai 10 juta massa — dan jika ditotal dengan anggota keluarga mencapai 20 juta massa.
Baca Juga: Ricuh PT GNI Morowali Utara, Menperin Minta Perusahaan Ikuti Aturan K3L
“Kami menargetkan 4 persen dari total suara sah nasional bisa diraih oleh Partai Buruh, yaitu kurang lebih 6 sampai 7 juta suara, di basis 5 provinsi basis buruh dan petani,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!