Usulan kenaikan biaya haji 2023 sebesar Rp 69,19 juta oleh Kemenag menjadi sorotan DPR RI. Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid membongkar dugaan membengkaknya biaya haji 2023.
Abdul Wachid menyebut banyak komponen biaya haji yang sengaja di-mark up. Alias nilainya digelembungkan dari harga asli.
Ia mencontohkan komponen gelang haji yang wajib dipakai jamaah di Tanah Suci. Gelang haji ini berfungsi memudahkan mengenali, mengidentifikasi jamaah jika terjadi sesuatu, misal tersesat, terpisah dari rombongan atau keadaan darurat lainnya.
Wachid telah menelusuri muasal produk itu di kampung halamannya, Jepara, Jawa Tengah. Ia menyebut harga gelang haji itu hanya sekitar Rp 5 ribu.
Tapi oleh Kemenag, biaya yang dianggarkan sebesar Rp 35 ribu. Jauh di atas harga normal.
"Saya panggil itu yang buat gelang haji, dapat Rp 1,2 miliar. Dia ngasih Rp 200 ribu (juta) ke pemenang tender. Dia masih pegang Rp 1 miliar," katanya, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Minggu (12/02/2023).
Menurut perhitungannya biaya gelang haji mestinya hanya sekitar Rp 1 miliar untuk 221.000 jemaah.
Atau, kurang dari Rp 5 ribu per unit gelang. Tapi dianggarkan Rp 7 miliar lebih atau sekitar Rp 35 ribu per gelang.
Tidak cuma gelang haji. Wachid meneliti komponen biaya haji tahun 2022 lain yang anggarannya dianggap tak rasional. Media ini berupaya mengkonfirmasi Kemenag mengenai hal ini.
Baca Juga: Viral! Bocah Laki-laki Nyasar dari Bengkayang Hingga ke Sambas, Endingnya Bikin Haru
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA