Momen konferensi pers BNN yang menghadirkan pengedar narkoba viral di media sosial. Hal itu pun mendapat komentar dari Komika Bintang Emon.
Bintang Emon mengomentarinya dengan gaya bahasa satire khas sang komika lewat Instagram.
"Blo*n banget. Dih, bohong aja bocah. Dilindungi anggota polres? Aneh banget," kata Bintang Emon sambil menahan tawa.
Sambil menyindir, Bintang Emon melanjutkan bahwa tidak akan ada masyarakat yang percaya dengan ungkapan sang bandar narkoba.
"Lu kalau mau bohong pakai otak dikit, yang make sense (masuk akal), gitu. Mana ada polisi kayak gitu," imbu suami Alca Octaviani ini dengan mata melotot.
Bila polisi menerima uang suap dari para bandar narkoba, artinya mereka tidak mengayomi masyarakat dengan baik, yang mana menjadi tugas utama mereka.
"Kalau polisinya ngejagain bandar narkoba, nerima duit dari narkotika ya tidak terayomi dong masyarakatnya,"kata Bintang Emon melanjutkan.
Komika 26 tahun itu pun melanjutkan dengan menyinggung sedikit kasus Ferdy Sambo, "Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Apalagi yang berskenario."
Komentar Bintang Emon ini pun mendapat 12 ribu komentar dan 400 ribu likes dari warganet. Sebagian besar publik pun mengikuti gaya Bintang Emon dalam mengkritik para polisi.
Baca Juga: Sering Disepelakan! 5 Tanda Bahwa Jantung Tidak Sehat
"Mana mungkin bang pihak kepolisian melakukan kayak gitu, pihak polisi mah baik-baik bang, mengayomi masyarakat," ujar akun @gery***.
"Lah, bandar juga masyarakat yang harus dijagain, dilindungi, diedarkan, disetorin," komentar akun @susan***.
"Iya, mana ada sih polisi melindungi bandar narkoba? Bohong itu. Tolong jangan ngada-ngada ya bandar!" kata akun @riandyp***.
Polda Sulsel Bentuk Tim Khusus
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Nana Sujana membentuk tim khusus. Untuk mengusut kasus pengedar narkoba yang mengaku dibekingi oleh Polres Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Penyelidikan dilakukan setelah video pengakuan itu viral di media sosial.
"Sudah ada tim turun ke Polres Toraja Utara. Bapak Kapolda ingin kasus ini diusut," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana saat dikonfirmasi, Senin, 20 Februari 2023.
Berita Terkait
-
Bintang Emon Komentari Bandar Narkoba yang Ngaku Dilindungi Polisi: Dih, Bohong!
-
Waspada! Jateng Darurat Narkoba, Legislatif Minta Penanganan Serius Masalah Ini
-
Kedapatan Membawa 8 kilogram Sabu dan 4.370 Ekstasi, Dua Warga Sekadau Diringkus Polisi
-
Sosok Aiptu Janto: 'Kurir' Teddy Minahasa yang Antar Sabu ke Alex Bonpis
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
On Point! 4 Inspirasi Street Style ala Juhoon CORTIS buat Daily OOTD-mu
-
Derbi Panas hingga Big Match di GBK, Ini Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-20
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi
-
5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?