Banyak orang menganggap sering berhubungan seks membuat vagina longgar. Faktanya, bercinta tidak mengakibatkan vagina menjadi longgar secara permanen.
Saat berhubungan seks, vagina secara alami mengeluarkan cairan pelumas dan ototnya mengembang untuk menampung penis yang masuk.
Namun, setelah penetrasi selesai, vagina yang meregang atau terasa longgar dengan cepat akan kembali ke ukuran normal.
Jadi, sering bercinta, tidak akan membuat vagina longgar. Lantas, apakah pemicu vagina longgar atau kendur. Berikut beberapa penjelasannya:
Persalinan
Kehamilan dan persalinan pervaginam bisa meregangkan otot-otot vagina dan melemahkan dasar panggul. Kondisi ini dapat membuat vagina terasa longgar dan meregang.
Namun, ini tidak permanen. Vagina wanita umumnya akan kembali rapat. Setelah beberapa waktu atau ketika nifas berakhir.
Mengembalikan ukuran vagina juga dapat dilakukan dengan rutin melakukan senam kegel. Latihan ini bermanfaat untuk memperkuat otot-otot dasar panggul yang menopang rahim dan mengencangkan lubang vagina.
Vagina mungkin akan terasa lebih longgar secara permanen usai melahirkan apabila wanita mendapat tindakan seperti forceps atau menjepit kepala bayi dan menariknya keluar dari vagina.
Selain itu, prosedur episiotomi atau sayatan untuk memotong perineum (area antara vagina dan anus) untuk membantu proses persalinn jug dapat menyebabkan vagina longgar.
Penuaan
Penuaan mengubah seluruh tubuh wanita, tak terkecuali vagina. Beberapa wanita bahkan merasa elastisitas vaginanya berkurang sejak memasuki usia 40 tahun atau jelang menopause.
Saat memasuki menopause, jaringan vagina bisa menjadi kering dan tipis, dan otot dasar panggul wanita menjadi lebih rileks.
Penurunan kadar estrogen menurunkan suplai darah ke otot-otot vagina Anda, yang memengaruhi elastisitas jaringan vagina Anda penuaan juga disertai dengan penurunan kolagen atau protein yang ditemukan di kulit, tulang, dan otot.
Kadar kolagen yang rendah dapat menyebabkan dasar panggul melemah. Alhasil, vagina wanita pun terasa longgar atau tidak rapat dan lebih mudah kering seiring bertambahnya usia. Wanita masih bisa berupaya membuat vagina lebih rapat dengan senam kegel.
Dapat dipahami bahwa berhubungan seks tidak memengaruhi bentuk, ukuran, maupun kerapatan vagina. Penyebab vagina longgar yaitu persalinan dan penuaan. Bicarakan dengan dokter apabila Anda merasa tak nyaman akibat vagina longgar.
Kamu mungkin mulai melihat perubahan elastisitas vaginamu mulai usia 40-an. Itu karena kadar estrogenmu akan mulai turun saat kamu memasuki tahap menopause.
Hilangnya estrogen berarti jaringan vagina akan menjadi lebih tipis, kering, kurang asam, kurang elastis atau fleksibel dan perubahan ini mungkin menjadi lebih terlihat setelah kamu mencapai menopause penuh.
Cara Mengencangkan Otot Vagina
1. Senam Kegel
- Pilih posisi untuk latihan. Kebanyakan orang lebih suka berbaring telentang untuk Kegel.
- Kencangkan otot dasar panggul (seperti ketika kamu menahan pipis). Tahan kontraksi selama 5 detik, rileks selama 5 detik lagi.
- Ulangi langkah ini minimal 5 kali berturut-turut.
- Saat kamu lebih kuat, tingkatkan menjadi 10 detik. Usahakan untuk tidak mengencangkan paha, perut, atau bokong selama Kegel. Fokus saja pada dasar panggulmu.
2. Latihan memiringkan panggul
Untuk memperkuat otot vagina perlu latihan memiringkan panggul:
- Berdirilah dengan bahu dan pantat menghadap ke dinding. Jaga lutut tetap rileks.
- Tarik pusar ke arah tulang belakang. Saat melakukan ini, punggungmu harus rata dengan dinding.
- Kencangkan pusar selama 4 detik, lalu lepaskan.
- Ulangi beberapa kali sehari.
Berita Terkait
-
Melindungi Kesehatan Reproduksi Lewat Pap Smear: Lengkap dengan Tujuan dan Prosedur Melakukannya
-
Mengenal Pap Smear, Metode Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kanker Serviks
-
Makanan Pedas Bikin Urusan Ranjang Makin Panas, Bisa Jadi Bentuk Masokisme?
-
Jangan Sampai Salah! Begini Benjolan di Miss V yang Normal dan Tidak
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bedah Buku Quiet Impact: Menguak Rahasia Orang Introver
-
Dimulai dari Pulomas, Lapangan Padel Bodong di Jakarta Mulai Disegel
-
Beda Pajak Innova Reborn Diesel Matic 2025 vs 2026, Diam-diam Naik?
-
Curiga Ayah Nizam Syafei Terlibat, Ibu Kandung Ngaku Pernah Disiram Air Panas oleh Mantan Suami
-
Pengamat: Sudah Seharusnya Pemprov DKI Tak Beri Izin Lapangan Padel di Pemukiman Sempit
-
Vonis 15 Tahun Kerry Riza Disebut Jadi Alarm Bahaya Bagi Investor dan Direksi BUMN
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya
-
Divonis 15 Tahun Penjara, Putra Riza Chalid Pastikan Banding: Sebut Hakim Abaikan Fakta
-
Pernah Adu Nasib di Israel, Begini Nasib Pemain Keturunan Pulau Seram Maluku Sekarang
-
Doa agar Tidak Haus saat Puasa Ramadan, Amalkan agar Ibadah Lebih Khusyuk