/
Minggu, 19 Maret 2023 | 15:55 WIB
Ilustrasi sakit maag

Penderita maag harus pandai mensiasati pola makan dalam menjalani ibadah puasa. Agar ibadah puasa lancar, nyaman, dan sakit maag tidak kambuh.

Sakit maag menyebabkan rasa perih pada lambung, perut kembung, dan sensasi terbakar pada ulu hati.

Beberapa faktor dapat memicu munculnya sakit maag, seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan yang mengandung gas, dan stres.

Mengutip alodokter.com, sejumlah penderita sakit maag terasa sulit berpuasa. Karena biasanya disarankan untuk tidak melewatkan waktu makan. 

Namun, hal ini bisa dilakukan selama berpuasa:

1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka

Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu munculnya keluhan, misalnya perut begah dan terasa penuh. 

Oleh karena itu, saat sahur dan berbuka, makanlah dengan perlahan dan dalam jumlah secukupnya. Hindari makan dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu.

Contohnya, saat berbuka awali dengan mengonsumsi makanan yang ringan dahulu, kemudian baru dilanjutkan dengan makan besar. Jika Anda masih lapar setelah berbuka, misalnya setelah salat tarawih, cukup konsumsi camilan ringan yang sehat, seperti kurma, pisang, granola, atau biskuit.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Final All England 2023, Didominasi Wakil dari Tiga Negara

2. Jangan makan terburu-buru

Selama menjalani ibadah puasa, terkadang mungkin terlambat bangun saat sahur. Namun, ingatlah untuk tidak terburu-buru dalam menghabiskan makanan.

Selain itu, hindari juga makan sambil mengobrol.

Kebiasaan makan terlalu cepat, terutama saat mengobrol, dapat membuat banyak udara masuk ke saluran pencernaan dan memicu sakit maag.

Oleh karena itu, usahakan untuk bangun lebih pagi agar dapat menyantap sahur dengan tenang dan perlahan.

3. Hindari makanan pemicu sakit maag

Load More