/
Sabtu, 08 April 2023 | 16:42 WIB
Foto Aura Kasih (YouTube Trans TV Official)

Usai bercerai dengan mantan suaminya, Aura Kasih hanya hidup berdua dengan buah hatinya, Arabella W. Amaral. 

Seraya menikmati hidup bahagia yang telah ia pilih, terkadang Aura Kasih merasa kesepian dan butuh teman bercerita. 

Dalam wawancara terbarunya dengan Feni Rose pada program acara Rumpi yang tayang di Trans TV, Aura Kasih menceritakan susah senangnya mengasuh sang buah hati sendirian. 

“Dia kan lahir tahun 2019, terus waktu ditinggal bapaknya dia usia 8 bulan. Gak lama Covid-19, lalu aku harus tetap sama hal-hal yang menurut aku ribet dan sedihnya banyak. Tapi aku gak mau lihat sisi sedihnya, yang penting lihat dia (Arabella W. Amaral) nya happy,” ujar Aura Kasih yang dikutip Suara.com pada Sabtu (8/4/2023). 

Menurut Aura Kasih, pandemi adalah waktu yang paling susah dan berat untuk dijalani hanya bersama sang anak. Dalam kondisi seperti itu, dia gak boleh mengeluh dengan keadaan. Namun hanya dengan melihat Arabella, dirinya kembali kuat menjalani hidup. 

“Waktu pandemi adalah masa yang berat, belum lagi waktu anak sakit, Covid pula dan aku gak ada keluarga di Jakarta. Jadi aku survive lah, tapi balik lagi aku gak boleh mengeluh dan aku melihatnya juga tumbuh dengan sehat dan baik, serta semoga dia bisa menjadi anak yang bahagia, aku lihat situnya aja,” ceritanya.

Lebih lanjut, mantan istri Eryck Amaral mengaku merasa kesepian waktu anak sakit. 

“Pernah sakit waktu itu habis lebaran di Bandung, kalo dia sakit aku mulai merasa kesepian,” katanya. 

Jika sudah begitu, dirinya mulai merasa butuh seseorang teman untuk curhat dan cerita mengenai sulitnya menghadapi anak yang sedang sakit. 

Baca Juga: 3 Tips Menghindari Doxing yang Dilakukan Jefri Nichol, yuk Lebih Bijak!

“Gila, ternyata aku butuh seseorang untuk aku curhat dan cerita. Tapi setelah itu aku ganti perspektifnya dengan gak boleh mengeluh dan mengasihani diri sendiri, jadi ya aku lihat dianya aja,” ungkapnya. 

Bagi ibu satu anak tersebut, sejak awal dirinya lah yang menginginkan mempunyai anak. Untuk itu, dia akan menanggung dan menerima segala konsekuensi maupun resiko merawat anak semata wayangnya. 

Load More