Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan, Ganjar Pranowo tak lolos pendaftaran pemilihan presiden (Pilpres) 2024 nanti. Kabar itu beredar dalam bentuk video.
Faktanya judul, thumbnail dan isi video tidak berkaitan. Dalam video klaim tersebut sama sekali tak ditemukan.
Narasi yang dibuat juga membawa nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri.
"J-kw & Meg4wati P4nik! Ket4huan Ingin J3g4l Ani3s, K-pu Ny4takan G4njar Tak L0los Pend4ftaran Pilpres!.
~~ MENGEJUTKAN..!!!
KPU SEBUT GANJAR TAK LOLOS MAJU PILPRES
GEMPAR! JKW & MEGAWATI KETAHUAN INGIN JEGAL ANIES
KPU NYATAKAN GANJAR TAK LOLOS PENDAFTARAN PILPRES (dalam thumbnail).
Video itu beredar di halaman Facebook bernama Terminal Hati. Klaim narasi yang ditulis Ganjar tak lolos pendaftaran pilpres akibat ketahuan ingin jegal Anies Baswedan.
Setelah dilakukan penelusuran, dalam video tersebut hanya berisi potongan dari beberapa video berbeda yang digabung menjadi satu.
Dalam video tersebut tidak ditemukan pemberitaan terkait KPU yang menyatakan Ganjar tidak lolos pendaftaran pilpres akibat ketahuan ingin jegal Anies.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari suara.com berjudul “Menanti Gebrakan Anies Baswedan Usai Ganjar Pranowo Resmi Jadi Rivalnya di Pilpres 2024” yang diunggah pada 24 April 2023 kemarin.
Baca Juga: CEK FAKTA: Johnny G Plate Minta Ampun Takut Dipenjara
Thumbnail yang manampilkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memegang surat beserta Ganjar Pranowo tersebut identik dengan gambar unggahan artikel replubika.co.id berjudul “Ganjar Pranowo Diberi Sanksi Teguran Lisan oleh PDIP” yang diunggah pada 24 Oktober 2022.
Dalam foto tersebut terdapat keterangan bahwa surat tersebut merupakan surat instruksi dari PDIP terkait teguran lisan kepada Ganjar atas pernyataannya yang siap maju sebagai calon presiden 2024 sehingga menimbulkan multitafsir di publik.
Melansir dari situs resmi KPU, pendaftaran calon presiden baru akan dibuka pada 19 Oktober 2023.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa KPU nyatakan Ganjar tidak lolos pendaftaran pilpres akibat ketahuan ingin jegal Anies tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel