Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, memberikan peringatan tentang penyakit serius yang dapat muncul pada tubuh manusia, terutama pada wanita, jika mereka tidak menikah dan memiliki anak.
Hasto mengungkapkan kekhawatirannya terkait tren kesendirian (jomblo) yang semakin meningkat di masyarakat akibat dorongan emosional, bukan lagi berdasarkan pertimbangan logis, terutama di kalangan mereka yang memiliki stabilitas ekonomi dan pendidikan yang baik.
"Dalam hal kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual, terdapat informasi yang terlewatkan, sehingga akhirnya seseorang secara emosional enggan memiliki anak, bukan karena pertimbangan logis," ujar Hasto, dikutip Selasa 11 Juli 2023.
Dalam sebuah wawancara pada program "Your Money Your Vote" di CNBC Indonesia pada Selasa (11/7/2023), Hasto mengungkapkan bahwa tren menjadi jomblo di tengah-tengah masyarakat semakin meningkat karena dorongan emosional, bukan lagi karena pertimbangan logis yang melibatkan individu yang mapan secara finansial dan memiliki pendidikan.
Hasto menjelaskan bahwa terdapat informasi yang kurang tepat terkait kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual, sehingga pada akhirnya seseorang secara emosional enggan memiliki anak bukan karena pertimbangan logis.
Sebagai seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Hasto menjelaskan bahwa beberapa penyakit yang dapat timbul dalam bentuk kanker atau neoplasma ganas. Kanker ini akan mengancam wanita yang tidak memiliki anak, seperti kanker payudara dan kanker endometrium.
"Hingga saat ini, kanker endometrium cenderung muncul pada mereka yang tidak memiliki anak atau hanya memiliki sedikit anak, sedangkan kanker payudara cenderung menyerang mereka yang tidak menyusui," ungkap Hasto.
Namun, Hasto mencatat bahwa populasi orang yang memiliki pendidikan dan keuangan yang mapan, serta tinggal di perkotaan, yang tidak ingin menikah masih relatif sedikit dibandingkan dengan mereka yang menikah dan hamil. Data dari Elsimil atau Elektronik Siap Nikah dan Hamil juga menunjukkan hal ini.
"Jumlah mereka masih sedikit karena? Karena jumlah kehamilan di Indonesia masih mencapai 4,8 juta per tahun, sedangkan yang menikah hanya 1,9 juta walaupun trennya menurun," ujar Hasto.
Baca Juga: Kepala Elias Dolah Kena Tendang, Media Thailand Sebut Liga Indonesia Bar-bar
"Namun, dari 1,9 juta yang menikah tersebut, sekitar 80% atau sekitar 1,6 juta wanita hamil pada tahun pertama pernikahan. Oleh karena itu, tugas kita sekarang adalah menjaga kualitas. Orientasi BKKBN sebelumnya adalah dua anak cukup, tetapi sekarang yang penting adalah kualitasnya agar tidak terjadi stunting," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD