/
Rabu, 02 Agustus 2023 | 10:48 WIB
Ilustrasi tidur ngorok

Suara dengkuran atau ngorok terjadi akibat saluran pernapasan menyempit, lalu bergetar saat dilalui oleh aliran udara.

Suara dengkuran bisa terdengar halus atau keras (parau) yang mengganggu. Semakin sempit saluran udara, maka akan semakin besar tekanan yang dibutuhkan untuk membangun aliran udara yang cukup.

Jika tekanan tersebut semakin besar, maka suara dengkuran yang muncul juga akan semakin nyaring terdengar.

Banyak yang percaya bahwa orang yang mendengkur saat tidur merupakan hal wajar karena kelelahan, padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Menurut penelitian, biasanya mendengkur terjadi ketika jaringan lunak di langit-langit mulut (soft palate), anak tekak (uvula), dan tenggorokan menjadi rileks pada saat mulai memasuki tahapan tidur yang lebih dalam, yaitu sekitar 90 menit setelah tertidur.

Otot dan jaringan yang sedang berada dalam kondisi rileks inilah yang menyebabkan aliran udara yang lewat terhalang, sehingga terjadilah getaran atau dengkur. Bagian lainnya yang juga ikut bergetar adalah saluran hidung, dasar lidah, dan tonsil.  

Semakin sempit jalan napas, semakin sulit juga aliran udara untuk melewatinya, sehingga menyebabkan semakin kuatnya suara dengkuran.

1. Mengubah Posisi Tidur

Tidur terlentang diketahui berpotensi menyebabkan seseorang mendengkur. Dalam posisi terlentang, lidah cenderung tertarik ke belakang dan mendekati kerongkongan. Hal tersebut menyebabkan jalan udara menjadi lebih sempit dan menghalangi sebagian aliran udara yang masuk.

Baca Juga: Hakim Gazalba Saleh Divonis Bebas, KPK: Kasus Gratifikasi dan TPPU-nya Tak Dihentikan!

Hasilnya, muncul suara ngorok saat tidur. Untuk itu, tidur dengan posisi miring dapat dilakukan sebagai salah satu cara menghilangkan ngorok.

2. Meningkatkan Kualitas Tidur

Salah satu penyebab utama seseorang mengorok adalah kelelahan. Kondisi tubuh yang lelah membuat seseorang tidur lebih nyenyak, sehingga membuat otot-otot seluruh tubuh, termasuk otot lidah dan tenggorokan, menjadi lebih rileks.

Hal tersebut dapat menyebabkan posisi lidah ke belakang dan menghalangi jalan nafas sehingga timbul suara dengkuran saat tidur. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidur tepat waktu setiap harinya guna menghindari rasa lelah berlebih yang dapat memicu mengorok saat tidur.

3. Menjaga Kebersihan Kamar

Menjaga kebersihan kamar rupanya bisa memengaruhi kualitas tidur dan mengatasi kebiasaan mengorok saat tidur. Kamar kotor dapat menimbulkan berbagai alergen yang berpotensi menyebabkan penyempitan saluran pernapasan akibat reaksi alergi.

Load More