Suku Kutai merupakan suku asli dari Kalimantan Timur yang mayoritas beragama Islam dan hidup di tepi sungai.
Suku Kutai sendiri merupakan salah satu dari rumpun suku dayak yaitu Dayak Lawangan.
Seperti suku-suku lainnya, suku Kutai ini juga menyimpan banyak sejarah dan keunikan terkait asal usulnya.
Lantas bagaimana sejarah dan asal usul dari Suku Kutai? Berikut ulasannya:
Sejarah
Sejarah dari Suku Kutai ini tak lepas dari Kerajaan Kutai yang mendiami wilayah di Muara Kaman, Kaltim.
Raja Kudungga adalah raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Kutai. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku.
Kemudian, Aswawarman adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu yang diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga.
Aswawarman memiliki 3 orang putra dan salah satunya adalah Mulawarman. Mulawarman kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta jika dilihat dari cara penulisannya.
Baca Juga: Ini 5 Gunung Paling Terkenal di Kaltim, Beberapa Bisa Jadi Lokasi Wisata
Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai karena di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa yang gemilang.
Seiring berjalannya waktu, Kerajaan Kutai Mulawarman diambil alih oleh Kerajaan Kutai Kartanegara. Pengambilalihan itu terjadi melalui pertempuran yang terjadi pada abad XVII, tepatnya pada masa pemerintahan Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa.
Ia adalah Raja Kutai Kartanegara yang ke-8 dan kemudian Kerajaan Kutai Kartanegara berkembang pesat karena mendapat dukungan Kerajaan Majapahit.
Saat masih dalam kesultanan, Kutai Kartanegara belum dikenal sebagai suku tetapi mereka memanggil orang Kutai dengan sebutan Puak yang akhirnya berubah menjadi sebutan Urang Kutai, dan menjadi suku.
Asal Usul
Awalnya Kutai adalah nama suatu daerah tempat bermukimnya masyarakat asli Kalimantan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mohamed Salah Ingin Liverpool Kembali Bergaya Heavy Metal, Ramai Dapat Dukungan Mantan
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau
-
Bikin Penonton Ikut Sedih, Begini Sisi Tragis Yoon Yi Rang di Perfect Crown
-
Jaksa Ungkap Total Uang yang Diterima Noel Ebenezer Mencapai Hampir Rp 4,5 Miliar
-
Duh! Kiai Cabuli Santriwati dengan Modus Minta Pijat, Pendiri Ponpes Maros Ditangkap di Bontang
-
Samsung Kini Jual HP Refurbished Resmi, Harga Flagship Jadi Makin Worth It!
-
Kapolda Metro Jaya Kini Bintang Tiga, Sahroni: Tanggung Jawabnya Harus Setara Pangdam
-
Jose Mourinho Sepakat Kembali Latih Real Madrid dengan Kontrak Dua Tahun
-
LPSK Minta Laporan Balik Erin Taulany terhadap eks ART Dihentikan
-
Oknum Polisi di Samarinda Jadi 'Sniper' Sindikat Narkoba Gang Langgar