/
Senin, 14 Agustus 2023 | 19:45 WIB
tradisi ngayau khas Suku Dayak (Wikipedia)

Tradisi Ngayau merupakan ritual berburu kepala manusia untuk dipenggal ala Suku Dayak yang berada di Pulau Kalimantan.

Biasanya, kepala manusia yang dipenggal adalah kepala musuh untuk dibawa pulang ke rumah.

Tradisi yang tergolong sadis dan menyeramkan ini  berawal dari dusun adat di Pamangka, pelosok Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Diduga, keberadaan dusun tersebut masih berhubungan dengan asal usuk kerajaan purba, Nan Sarunai, di Amuntai.

Di dusun tersebut ada dua suku yang masih jadi bagian Suku Dayak yakni Suku Iban dan Suku Kenyah dan masih memiliki tradisi Ngayau.

Tradisi ini dulunya digunakan secara turun temurun yang berkaitan dengan dendam dan pembuktian diri.

Contohnya, ketika ada seorang ayah yang dibunuh maka anak dari ayah tersebut akan membalas dendam kepada keluarga pembunuh dengan memenggal kepalanya lalu di bawa pulang ke rumah.

Ada juga tradisi saat seorang perempuan ingin menikah tetapi calon pasangannya berbeda sub suku, maka pihak perempuan akan meminta syarat seperti salah satu kepala dari keluarga laki-laki.

Kemudian, laki-laki itu bersama dengan kelompoknya harus melakukan Ngayau agar disebut pemberani dan mendapatkan kebanggaan dari keluarga perempuan.

Baca Juga: Sampai Emosi, Andika Kangen Band Protes Banyak Orang Bolak-balik di Atas Panggung Saat Dirinya Tampil

Tradisi Ngayau ini dilakukan khusus kepada orang hidup kemudian setelah di bawa pulang, maka rambut orang itu diambil dan dijadikan hiasan di senjata mereka.

Lalu kepala-kepala yang menjadi korban Ngayau ini akan dikeringkan hingga menjadi tengkorak lalu digantung di depan rumah.

Kumpulan kepala tengkorak tersebut dijadikan sebagai lambang kebanggaan keluarga, keberanian, kekuatan magis untuk menolak bala.

Tradisi ini telah punah dan tidak pernah dilakukan kembali oleh masyarakat Suku Dayak.

Namun saat tragedi Sampit meletus di tahun 2001, tradisi Ngayau kembali dilakukan masyarakat suku Dayak kepada masyarakat Suku Madura.

Adapun peristiwa Sampit adalah kerusuhan antar-etnis yakni Suku Dayak dan Suku Madura yang terjadi di pulau Kalimantan. 

Load More