Suku Dayak di Kalimantan dikenal menjadi salah satu suku yang dikenal dengan adat dan kebudayaannya yang masih lestari.
Tetapi jika ingin mengunjungi wilayah Suku Dayak di pedalaman, ada beberapa pantangan yang harus diperhatikan oleh wisatawan.
Berikut 3 pantangan dari Suku Dayak yang masih dipercaya masyarakat setempat:
1. Dilarang Berteriak
Dikutip dari akun Youtube Onal Majan, berteriak menjadi salah satu pantangan jika Anda berkunjung ke Suku Dayak.
Hal itu lantaran berteriak bagi masyarakat suku Dayak adalah pertanda adanya sebuah musibah.
Di suku Dayak Kalimantan, orang akan berteriak ketika menghadapi musibah seperti banjir, kebakaran, atau orang hilang.
Untuk itu tidak boleh sembarangan berteriak karena umumnya akan diartikan sebagai memanggil karena ada musibah.
Berteriak boleh dilakukan untuk saat-saat tertentu seperti menghadiri pertandingan bola dengan tujuan meramaikan.
Baca Juga: Syahnaz Tak Terima Jeje Disalahkan Karena Memilih Bertahan
Tetapi kalau berteriak histeris, terlebih saat berada di hutan maka bisa didatangi oleh penunggu hutan.
2. Dilarang Bakar Ikan Asin dan Terasi
Di suku Dayak ada pantangan Saat berada di tempat sakral atau di hutan yakni dilarang membakar ikan asin dan terasi.
Menurut masyarakat setempat, ikan asin dan terasi itu tidak boleh dibakar karena bisa mengundang hal-hal yang tidak diinginkan datang.
3. Menghina Patung
Terakhir di Suku Dayak Kalimantan, terdapat sebuah larangan untuk menghina patung yang biasanya terletak di depan rumah adat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta