Kelembit atau perisai atau tameng merupakan salah satu alat perang tradisional khas Suku Dayak di Kalimantan.
Kelembit ini menjadi alat penangkis dalam peperangan untuk melawan musuh.
Bukan terbuat dari baja, kelembit ini terbuat dari kayu yang ringan tetapi tidak mudah pecah.
Tidak sembarangan, pembuatan kelembit ini memiliki cara tersendiri sesuai dengan kepercayaan suku Dayak.
Perlu kayu khusus yakni harus kayu jerutung atau bahasa dalam Dayak Bahau disebut kayu dari pohon qita.
Kayu ini ringan, tapi padat dan kuat. Bahkan untuk menebang pohon ini pun ada ritualnya terlebih dahulu.
Jadi, pengrajin dilarang sembarangan memilih hari untuk menebang dan sebelum menebang juga harus melihat kondisi bulan.
Bulan gelap atau setengah purnama dianggap sebagai waktu terbaik untuk menebang.
Sebab menurut kepercayaan suku Dayak, kayu yang diambil saat bulan gelap atau setengah purnama akan menjadi tua dan keras.
Baca Juga: Ciri-ciri Mandau Asli dari Suku Dayak Kaltim
Alhaisl akan didapatkan sebuah kelembit yang berkualitas baik.
Dahulu, ada juga yang menyebutnya dengan Kelembit Bok. Kelembit artinya perisai sementara Bok berarti rambut.
Bok dalam hal ini merujuk kepada Suku Dayak Kenya yang sejak dulu dikenal sebagai pemburu kepala atau tradisi Ngayau.
Perisai atau kelembit ini termasuk benda seni rupa dari Suku Dayak di Kalimantan.
Meski terbuat dari kayu, tetapi kelembit ini sangat kuat serta dihiasi dengan ukiran pada bagian luar atau depannya.
Biasanya, di bagian depan kelembit dihiasi dengan ukiran, tetapi saat ini kebanyakan kelembit dihias dengan menggunakan lukisan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
5 Moisturizer yang Cocok untuk Usia 40-an, Jadikan Kulit Kenyal dan Halus
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
6 Sunscreen dengan Kandungan Brightening yang Bantu Cerahkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Gampang Didapat di Toko Terdekat
-
Panen Kritikan, Paket Retur COD Diduga Diperjualbelikan Murah Meriah di Jepara
-
RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru
-
Saingi Rudy Mas'ud, Gubernur Sumsel Sewa Helikopter Rp4 Miliar
-
Park Ji Hyun Jadi Idol K-Pop di Film Wild Sing, Intip Detail Karakternya