/
Rabu, 23 Agustus 2023 | 14:12 WIB
Senjata Tradisional Bali, Keris Tayuhan ([Tangkapan Layar])

Warisan budaya Bali memang terkenal sangat kental dan masih terus dilestarikan sampai saat ini. Salah satu peninggalan budaya yang masih dilestarikan yaitu senjata tradisional Keris Tayuhan.

Keris Tayuhan berasal dari istilah Ilmu Tayuh yaitu jenis ilmu yang bersifat kebatinan untuk mengetahui cocok atau tidaknya pemilik dengan keris.

Ilmu Tayuh berfungsi untuk meningkatkan kepekaan seseorang supaya bisa menangkap kesan atau karakter dari sebuah keris serta mengetahui kecocokan dengan keris tersebut.

Dikutip dari buku yang berjudul Pusaka Keris dengan penerbit bernama Lak Dan, Keris Tayuhan Bali dibuat dari besi dengan mengutamakan tuah daripada keindahannya sehingga berkesan wingit atau angker.

Tetapi karena yang membuat seorang Empu (pembuat keris yang sudah berpengalaman), maka faktor keindahan tetap menempel.

Fungsi dari Keris Tayuhan Bali adalah untuk menjaga sang pemilik dari mara bahaya yang mengancam keselamatan pemiliknya. Keris ini akan memberikan petunjuk secara langsung seperti bergerak sendiri atau tidak ada di tempatnya untuk memperingati pemiliknya.

Alhasil, pemilik Keris Tayuhan biasanya tidak menunjukkan kerisnya kepada orang lain dengan tujuan untuk dipamerkan.

Keris ini umumnya diletakkan di ruang pribadi atau ruang khusus yang terpisah dari keris lainnya dan sekedar dikeluarkan oleh pemilik untuk dibersihkan saja.

Karakter dari Keris Tayuhan terbentuk dari proses pembuatan, ukuran fisik, materi yang digunakan, serta doa-doa yang disematkan oleh seorang Empu. Contohnya, keris yang memiliki karakter panas cenderung tidak cocok dengan pemilik keris yang mudah marah.

Baca Juga: Tanggapan Nikita Mirzani Instagram Lolly Hilang: Bodo Amat

Berdasarkan hal tersebut, keris yang dingin cocok untuk orang berkarakter keras. Keris juga disesuaikan dengan karakter dan pekerjaan dari pemilik, jadi keris yang memiliki fungsi untuk kepemimpinan tidak cocok untuk orang yang berprofesi sebagai buruh karena energinya tidak seimbang.

Menurut buku berjudul Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009 oleh Muhidin M. Dahlan ,dkk, Keris Tayuhan memiliki kekuatan gaib yang dibuat dengan tata ritual yang benar-benar sesuai dengan tata cara membuat keris yang benar, yaitu:

1.      Penyimpanan sesaji yang sesuai dengan keris akan dibuat sesuai dengan tuah yang diminta.

2.      Laku dan tapa brata disiapkan oleh si empu dan seluruh panjak pembantu kerjanya. Tapa laku tirakat berfungsi untuk menyucikan hati, jiwa, pikiran, dan raganya sehingga ketika memohon kepada Tuhan akan terkabulkan.

3.      Penentuan dapur, pamor, dan ukuran keris yang dibuat akan disesuaikan dengan watak, perilaku, pekerjaan, umur, dan maksud pemesan.

4.      Persiapan dan pemilihan bahan yang baik.

5.      Persiapan perapian dan peralatan kerja.

6.      Penentuan hari/waktu yang baik untuk dimulai biasanya disesuaikan dengan perhitungan waktu tertentu.

7.      Proses kerja dengan laku doa-doa dan mantra diharapkan dapat meramu dan menyerap tuah kekuatan alam dari Tuhan sang pencipta alam.

8.      Ketika bilah selesai dibuat, pemilihan aksesoris seperti warangka, hulu, dan pondok akan ditentukan agar mendukung kekuatan dari tuah yang dibuat.

9.      Keris Tayuhan biasanya memiliki pantangan-pantangan tertentu yang tidak boleh dilanggar pemiliknya.

Agar mengetahui keris tersebut cocok dengan pemesannya, dilakukan banyak hal sesperti puasa dan laku tikarat dalam proses pembuatan keris, dan sebagainya hingga keris selesai dibuat,

Load More