- Rupiah melemah, wisatawan Singapura makin gencar belanja di Jakarta.
- Kasus kriminal viral tak mengurangi minat turis asing berkunjung.
- Daya beli dolar Singapura dorong sektor ritel dan wisata Jakarta.
Suara.com - Maraknya pemberitaan soal aksi kejahatan jalanan di Jakarta belakangan ini ternyata belum mampu mengurangi minat wisatawan asing untuk datang ke ibu kota. Alih-alih takut, banyak turis asal Singapura justru memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah untuk berburu barang murah dan wisata kuliner.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah video viral memperlihatkan aksi penjambretan yang menargetkan wisatawan asing di sejumlah titik Jakarta. Bahkan, muncul perbandingan antara Jakarta dan Gotham City, kota fiksi yang identik dengan tingkat kriminalitas tinggi dalam komik Batman.
Meski demikian, daya tarik ekonomi Jakarta masih jauh lebih kuat di mata sebagian wisatawan, terutama dari Singapura. Nilai tukar dolar Singapura yang menguat terhadap rupiah membuat biaya belanja, makan, hingga berwisata di Jakarta terasa jauh lebih murah dibandingkan beberapa tahun lalu.
Noraini Rahmat (52), wisatawan asal Singapura yang menghabiskan akhir pekan bersama dua saudarinya di Jakarta pada 22-25 Mei 2026, mengaku tidak terlalu terpengaruh oleh pemberitaan mengenai kejahatan jalanan.
"Tidak ada waktu untuk takut, terlalu banyak tempat belanja yang harus dikunjungi," ujarnya sambil berseloroh menukil straitstimes, Selasa (2/6/2026).
Noraini dan keluarganya menghabiskan waktu berburu busana muslim di pusat perbelanjaan Thamrin City, mengunjungi berbagai merek lokal populer, hingga mencicipi kuliner di kawasan Blok M. Mereka bahkan memaksimalkan jatah bagasi pesawat 30 kilogram untuk membawa pulang lapis legit dan berbagai camilan khas Indonesia.
Menurutnya, pelemahan rupiah membuat pengalaman berbelanja di Jakarta terasa semakin menguntungkan.
Sentimen serupa disampaikan Marcus Tan (38), wisatawan Singapura yang sengaja memperpanjang perjalanan liburannya selama tiga hari di Jakarta setelah berwisata ke Nusa Tenggara Timur.
"Seratus dolar Singapura bisa digunakan jauh lebih banyak di sini. Saya bisa belanja lebih banyak, makan lebih banyak, tetapi pengeluarannya tetap terasa lebih hemat dibandingkan di Singapura," kata Marcus.
Baca Juga: Belanja Sambil Jajan Kuliner Jepang? Pengalaman Ini Kini Bisa Dinikmati di Jakarta Utara
Saat ini, satu dolar Singapura diperdagangkan di kisaran Rp13.800, mendekati level tertinggi terhadap mata uang Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan daya beli wisatawan Singapura selama berada di Indonesia.
Bahkan untuk sejumlah merek internasional yang juga tersedia di Singapura, Marcus menilai harga produk di Jakarta masih lebih murah setelah dikonversi ke mata uang negaranya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jakarta dan kepolisian terus berupaya meredam kekhawatiran publik terkait meningkatnya kasus kejahatan jalanan. Pada 22 Mei 2026, Polda Metro Jaya mengumumkan telah mengungkap 171 kasus kejahatan jalanan dan menangkap 103 tersangka sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
Gubernur Jakarta Pramono Anung juga menegaskan bahwa aksi penjambretan dan premanisme tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak citra Jakarta sebagai kota global.
Pemprov Jakarta bahkan tengah menyiapkan integrasi sistem kamera pengawas (CCTV) milik pemerintah, kepolisian, gedung swasta, hingga berbagai institusi lainnya dalam satu jaringan pemantauan terpadu guna mempercepat deteksi dan penanganan tindak kriminal.
Meski demikian, bagi sebagian wisatawan Singapura, faktor keamanan belum menjadi alasan untuk membatalkan perjalanan ke Jakarta.
Nur Syarifah (29), yang berlibur bersama lima temannya dan seorang anak berusia tiga tahun, mengaku tetap merasa nyaman berwisata di Jakarta. Kelompoknya mengunjungi berbagai restoran viral dan kafe populer di kawasan Kemang hingga Sudirman Central Business District (SCBD).
"Kami tidak akan datang jika benar-benar merasa kota ini berbahaya. Dibandingkan beberapa kota di Eropa yang terkenal dengan pencopet, Jakarta masih terasa cukup aman bagi kami," ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Singapura merupakan sumber wisatawan asing terbesar kedua bagi Indonesia setelah Malaysia. Sepanjang kuartal I-2026, lebih dari 320 ribu wisatawan Singapura tercatat berkunjung ke Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali
-
Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram
-
PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi