Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan menyimpan banyak kue dan jajanan tradisional yang digemari hingga saat ini.
Salah satu kue basah tradisional yang menjadi andalan adalah Putri Selat yang biasa dijumpai di bulan Ramadan untuk menu takjil berbuka puasa.
Kue ini terdiri dari 3 lapisan dengan masing-masing lapisan memiliki cita rasanya sendiri.
Di zaman dahulu, kue ini adalah kue kegemaran kaum bangsawan dari Kerajaan Banjar dan diperkenalkan oleh Putri Junjung Buih.
Bahan-bahan:
250 gram tepung beras
60 gram tepung sagu
100 gram gula pasir
100 gram gula merah
150 ml santan kental
650 ml santan cair panas
60 ml air daun suji
1/4 sdt Garam
Cara membuat:
1. Campur tepung beras, tepung sagu, gula pasir dan garam, aduk rata. Tuang santan cair panas sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga kalis.
2. Bagi adonan menjadi tiga bagian lalu tambahkan air daun suji untuk adonan hijau, gula merah untuk adonan cokelat dan santan kental untuk adonan putih.
Baca Juga: Thariq dan Aaliyah Kepergok Publik Belanja Bareng
3. Siapkan cetakan, semir dengan minyak lalu masukkan adonan putih, kukus selama 10 menit, angkat dari perapian.
4. Tuang adonan hijau, kukus kembali dan terakhir lakukan cara yang sama dengan memasukkan adonan cokelat.
5. Beri sedikit lapisan santan kental di atasnya lalu kukus hingga matang. Angkat, dinginkan dan keluarkan dari cetakan dan Putri Selat siap disajikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!
-
Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi