Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong mencoret empat nama dari 27 pemain yang semula dipanggil jelang laga perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2024 Grup K melawan Taiwan pada Sabtu malam di Stadion Manahan, Solo.
Empat nama itu adalah Beckham Putra (Persib Bandung), Muhammad Taufany (Borneo FC), Akbar Arjunsyah (Persija Jakarta), dan Victor Dethan (PSM Makassar).
“Iya betul ada empat nama yang dicoret,” kata asisten pelatih timnas U-23 Indonesia Nova Arianto, Sabtu.
Beckham Putra dicoret karena menderita cedera yang dibawa saat memperkuat klubnya Persib Bandung. Sementara tiga nama lainnya, dicoret karena alasan regulasi jumlah pemain kualifikasi Piala Asia U-23 2024 yang hanya memperbolehkan membawa 23 nama.
“Betul, Beckham cedera. Taufany, Akbar Arjunsyah, dan Victor Dethan karena regulasi,” jelas mantan pesepak bola yang dulu bermain sebagai bek tengah.
Dalam kesempatan yang sama, pria berusia 44 tahun itu juga mengonfirmasi keempat pemain yang dicoret tersebut sudah tidak hadir pada latihan terakhir timnas di Stadion Manahan Jumat malam.
Pada sesi latihan itu, ada 20 pemain yang mengikuti sesi latihan yang tiga di antaranya adalah kiper. Ada tiga pemain yang absen yaitu Dony Tri Pamungkas, Muhammad Dzaky Asraf, dan Alfeandra Dewangga dikarenakan pada hari yang sama membela timnas senior ketika menang 2-0 melawan Turkmenistan pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Indonesia akan melakoni dua laga kualifikasi Piala Asia U-23 2024 dengan yang pertama melawan Taiwan pada Sabtu pukul 19.00 WIB dan melawan Turkmenistan pada Selasa (12/9) pukul 19.00 WIB.
Untuk lolos pada putaran final Piala Asia U-23 2024 yang rencananya digelar 15 April sampai 3 Mei tahun depan nanti, Indonesia harus menjadi juara grup atau setidaknya menjadi satu dari empat runner-up terbaik dari 11 grup yang ada.
Baca Juga: Berlatar Film Populer Tahun 80-an, Serial Netflix Aema Rilis Jajaran Pemain
23 Nama Timnas Indonesia
Berikut 23 nama timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 2024:
1. Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya)
2. Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC)
3. Nuri Agus Wibowo (Bekasi FC)
4. Elkan Baggott (Ipswich Town)
5. Rizky Ridho (Persija Jakarta)
6. Muhammad Ferarri (Persija Jakarta)
7. Pratama Arhan (Tokyo Verdy)
8. Alfeandra Dewangga (PSIS Semarang)
9. Ilham Rio Fahmi (Persija Jakarta)
10. Komang Teguh Trisnanda (Borneo FC)
11. Muhammad Fajar Fathur Rachman (Borneo FC)
12. Marselino Ferdinan (KMSK Deinze)
13. Arkhan Fikri (Arema FC)
14. Ivar Jenner (FC Utrecht)
15. Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
16. Muhammad Rayhan Hannan (Persija Jakarta)
17. Rafael William Struick (Ado Den Haag)
18. Witan Sulaeman (Persija Jakarta)
19. Jeam Kelly Sroyer (Persik Kediri)
20. Muhammad Dzaky Asraf (PSM Makassar)
21. Titan Agung Bagus Fawwazi (Bhayangkara Presisi FC)
22. Hokky Caraka (PSS Sleman)
23. Ramadhan Sananta (Persis Solo).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Duh! 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi Gara-gara Dana Tak Cair
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
-
Kedepankan Pendekatan Advisory, BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026
-
Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat
-
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI
-
Rekonstruksi 23 Adegan Kasus Little Aresha, Ketua Yayasan Diduga Beri Instruksi ke Pengasuh
-
BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026, Cermin Pentingnya Wealth Management
-
BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026
-
Diapresiasi Internasional, BRI Raih Best Private Bank di Indonesia
-
Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping