Suling merupakan alat musik dari keluarga alat musik tiup. Alat ini terbuat dari kayu atau terbuat dari bambu.
Suling diperkirakan ada semenjak zaman purba. Hal itu didukung oleh temuan berupa beberapa suling sebagai peninggalan manusia purba Neanderthal. Peninggalan tersebut diperkirakan telah berumur sekitar 40.000 tahun.
Suling menjadi salah satu alat musik tradisional Bali. Iya, daerah Buleleng merupakan daerah yang dikenal sebagai penghasil bambu untuk suling.
Daerah tersebut menyediakan bambu khusus untuk suling berukuran kecil, tipis, dan kulit luarnya agak mengkilat.
Salah satu desa yang memproduksi alat musik tradisional suling ini adalah Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Bali.
Melansir dari laman resmi Desa Nagasepaha, seni kerajinan yang ada di Desa Nagasepaha ini dibuat oleh Ketut Sumadia.
Ketut Sumadia merupakan Penggelut Seni dan satu-satunya yang bisa membuat karya seni suling dari Bambu.
Pembuatannya sendiri tidak memerlukan bahan-bahan yang banyak cukup dengan sepotong bambu yang sudah kering. Namun harus dengan tingkat ketelitian yang tinggi dalam membuatnya, agar menghasilkan suara yang baik.
Suling di Bali dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu suling kecil, menengah, dan besar. Alat musik ini digunakan untuk pemegang melodi tinggi yang nadanya bisa ditentukan secara bebas sewaktu membuat.
Baca Juga: Denny Darko Bongkar Hubungan Thariq dan Aaliyah: Kalo Pacarnya Mulai Berhijab Kayaknya Akan Menikah
Biasanya Seruling Bali digunakan untuk mengiringi barungan gambelan gong kebyar. Selain itu juga digunakan untuk mengiringi kesenian geguntangan, gambuh dan lain sebagainya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Dinas Pendidikan Riau: Sekolah Dilarang Tahan Ijazah, Tunggakan Dibantu Baznas
-
Review Serial Legends: Adaptasi Kisah Nyata Penyelundupan Heroin di Inggris
-
Xiaomi Smart Band 10 Pro Segera Meluncur, Bisa Kontrol iPhone dan Sinkron ke Apple Health
-
Prakiraan Cuaca Sabtu: Semarang dan Seluruh Wilayah Jawa Tengah Diguyur Hujan Ringan Merata
-
Hadirkan Varian Baru, BYD Atto 1 Pertahankan Predikat Mobil Listrik Murah
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Rayakan Ulang Tahun ke-50, Franchise Gundam Wing Siapkan Proyek Visual Baru
-
Terungkap Belasan Ribu Alumni SMA-SMK Negeri di Riau Belum Ambil Ijazahnya
-
RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua