- Satpol PP Matraman menggelar Operasi Pekat pada Jumat malam, 13 Februari 2026, untuk meminimalisir gangguan keamanan.
- Tujuan utama operasi adalah menjaga ketenteraman warga dari dampak negatif minuman keras menjelang Ramadan.
- Petugas menyita 51 botol minuman beralkohol berbagai jenis dan merek tanpa izin resmi dari warung dan toko.
Suara.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Matraman melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di berbagai titik strategis di wilayah Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026) malam.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tindakan untuk meminimalisir gangguan keamanan menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kepala Satpol PP Kecamatan Matraman memimpin langsung para personel di lapangan untuk memastikan operasi penertiban berjalan kondusif.
Berdasarkan keterangan resmi otoritas setempat, tujuan utama operasi ini adalah menjaga ketenteraman warga dari dampak negatif minuman keras.
"Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi gangguan keamanan yang sering dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol, juga dalam menyambut bulan suci Ramadan," bunyi informasi tertulis dari akun media sosial resmi Satpol PP Matraman, Sabtu (14/2/2026).
Petugas melakukan penyisiran secara mendalam ke sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi tempat peredaran minuman beralkohol tanpa izin.
Sasaran operasi kali ini meliputi beberapa warung, toko, hingga rumah tinggal yang tersebar di wilayah Kecamatan Matraman.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita puluhan botol minuman terlarang yang siap diedarkan kepada masyarakat.
"Sebanyak 51 botol miras berbagai jenis dan merek golongan B dan C, yang dijual tanpa izin resmi di sejumlah warung, toko dan rumah di wilayah kecamatan Matraman," lanjut paparan informasi tersebut.
Baca Juga: PKL di Pecinan Glodok Kabur Berhamburan Didatangi Satpol-PP, 85 Motor di Trotoar Kena Cabut Pentil
Seluruh barang bukti kini telah diamankan oleh petugas karena terbukti melanggar aturan terkait perizinan penjualan minuman beralkohol.
Operasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Islam yang akan menjalankan ibadah di bulan puasa, sebagaimana instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
"Saya ingin menegaskan bahwa itu harus penuh kedamaian dan kerukunan," ujar Pramono di kawasan Senen, Jakarta Pusat hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Guru Besar UI: Indonesia Tak Bisa Gugat Langsung, Harus Lewat PBB
-
Terima Aduan Kasus Pelecehan Seksual Mandek Setahun, Anggota DPR Bakal Minta Penjelasan APH
-
Terkuak! Ini Alasan Polisi Periksa Karni Ilyas Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Trump: AS Akan Keluar dari NATO! PM Inggris Balas 'Bodo Amat'
-
Pakai Absensi 'Real Time', ASN DKI Tak Bisa Tipu-tipu WFH Jumat Jadi Long Weekend
-
KPK Hadirkan Eks Menhub Budi Karya Sumadi di Kasus DJKA Medan
-
Blok M Square Dibersihkan, Enam Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan
-
Pemerintah Tegaskan Siswa SD-SMA Tetap Belajar Tatap Muka Secara Normal
-
Hikmahanto: Tuduhan Israel ke Hizbullah Soal Tewasnya Prajurit TNI Masih Narasi Politik
-
Pemkot Yogyakarta Batasi BBM Kendaraan Dinas, Sleman Tetap WFO dan Tolak WFH