Siapa sangka salah satu Warga Negara Indonesia bisa mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya.
Sebut saja Dita Karang, ia adalah perempuan berdarah Bali yang berhasil menjadi salah satu personel Girlband Korea alias Kpop.
Dita masuk dalam girlband ‘Secret Number’ yang beranggotakan lima orang. Kehadiran Dita Karang dalam industri K-Pop Idol ini menjadikannya wanita Indonesia pertama yang debut sebagai K-Pop Idol.
Siapa sebenarnya sosok Dita Karang ini? Simak profilnya berikut ini!
Profil
Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang atau yang dikenal dengan Dita Karang lahir di Yogyakarta pada 25 Desember 1996.
Yogyakarta juga menjadi kampung halaman dan tempatnya dibesarkan, sehingga Yogyakarta adalah daerah asalnya.
Namun, penyanyi, dancer, dan rapper grup Secret Number ini juga memiliki darah Bali. Dilihat dari nama panjangnya, ‘Anak Agung’ merujuk pada salah satu wangsa ksatria di Bali.
Dita disebut sebagai bagian dari salah satu Puri Karangasem, merujuk pada nama belakang ‘Karang’ yang merupakan marga keluarga Puri tersebut. Agama Dita Karang adalah Hindu.
Dita merupakan anak dari pasangan Chandra Karang dan Mega karang. Orangtuanya merupakan seorang pengusaha keramik tegel kunci ternama di Yogyakarta. Ayahnya berasal dari Bali, namun pihak keluarga sang ibu berasal dari Yogyakarta.
Baca Juga: Jadi Pelengkap Pertunjukan Seni, Ini Sejarah Gamelan Bali
Dita memiliki seorang kakak perempuan kandung bernama Anak Agung Ayu Puspa Kirana Karang. Sang kakak berprofesi sebagai pengusaha, dengan meneruskan usaha keluarganya.
Hobi
Meski kini berujung sebagai penyanyi handal, Dita Karang ternyata bakat menari sejak kecil. Ia dikenal sosok yang gigih sejak kecil, lantaran mengikuti beberapa kelas tari, termasuk tari Bali.
Orang tua Dita mendukung keinginannya dalam mengasah bakat yang dimiliki, dengan mengabulkan permintaan Dita untuk les privat tari balet.
Sejak SMP, Dita mulai mengenal dunia K-Pop. Ia adalah penggemar dari 2NE1. Dita bersama teman-temannya membuat video dance cover, karena ia bercita-cita menjadi idola K-Pop sama seperti girlband idolanya.
Sejak SMP pula Dita kerap mengikuti berbagai lomba dance cover yang diiringi musik Korea.
Pendidikan
Dita Karang sempat bersekolah di SMA di Stella Duce 1 Yogyakarta. Ia aktif dalam grup tarian, Razzle Evanore. Bahkan ia sempat menjadi kapten Dance Competition DBL Jogja 2014.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa