Bahasa yang dimiliki setiap daerah pasti terdapat kata ‘Kasar’. Tak terkecuali dengan di Bali, Bahasa Bali juga memiliki beberapa kata kasar.
Namun, yang menjadi catatan adalah, kalian hanya perlu mengetahui saja, jangan ditiru atau dicontoh yaaa…
Dengan mengetahui kata-kata kasar dalam Bahasa Bali, setidaknya kalian tidak akan salah bicara saat berada di Bali. Melansir dari laman taman Bahasa, Berikut kata-kata dalam Bahasa Bali yang ternyata tidak baik untuk diucapkan.
- Nani dan Siga
Kata-kata ini sangat familiar di daerah Buleleng. Arti dari kata ‘nani dan siga’ ini sendiri adalah Kamu. Tetapi dalam bahasa Bali, kedua kata tersebut terbilang memiliki penakanan yang sangat kasar. Sehingga sangat tidak patut untuk diucapkan.
- Pirata
Dalam Bahasa Bali, ‘Pirata’ memiliki arti yang kurang sopan. Hal ini lantaran menyebutkan kata ‘pirata’ sama saja dengan menyebutkan leluhur kamu.
Menurut kepercayaan masyarakat Bali, jika menyebutkan kata tersebut maka akan berdosa. Sehingga penyebutan kata ini sudah dilarang disebutkan oleh para sesepuh masyarakat Bali.
- Ndas Keleng
Baca Juga: Reza Artamevia Bongkar Trik Thariq PDKT dengan Aaliyah: Yang Saya Tahu Dia Udah Ketemu sama Zahwa
Dua kata ini tergolong kata kasar dalam Bahasa Bali. Dalam Bahasa Indonesia, kata ‘ndas’ memiliki arti kepala, sementara ‘keleng’ adalah alat kemaluan laki-laki. Sehingga dua kata tersebut tidak boleh sembarang diucapkan.
- Cicing Cai
Awalnya, kata ‘cicing’ tergolong sebagai kata halus dalam bahasa Bali. Namun menjadi kata kasar lantaran kata ‘cicing’ ditujukan untuk menyebut seseorang sebagai ‘cicing’. Apalagi ‘cai’ dalam bahasa Bali artinya adalah Kamu.
Pada intinya, contoh kata-kata kasar diatas adalah kata-kata yang kurang patut diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan diucapkan maupun ditiru ya guys….
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil
-
Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras
-
Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara
-
10 Cara Mengatasi Flek Hitam Melasma akibat Efek Samping KB
-
Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?