Taman Nasional Kayan Mentarang menjadi salah satu cagar alam yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian pada tahun 1980.
Kemudian, kawasan ini berubah menjadi Taman Nasional yang direkomendasikan oleh WWF dan masyarakat lokal.
Kini, TNKM memiliki kawasan hutan primer dan sekunder tua yang terbesar di Pulau Borneo dan kawasan Asia Tenggara.
Taman Nasional Kayan Mentarang ini terletak di Kabupaten Malinau yang meliputi wilayah kecamatan Kayan Hilir, Pujungan, Bahau Hulu, Sungai Tubu, dan Mentarang Hulu di Kalimantan Utara.
Taman Nasional ini menyimpan banyak keanekaragaman hayati yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam.
Bahkan, Taman Nasional Kayan Mentarang ini diberi julukan Heart of Borneo atau jantung dari Pulau Kalimantan.
Di taman nasional ini, ada ratusan flora dan fauna yang tercatat oleh hasil studi dari Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (Ecositrop).
Ecositrop mencatat, ada sedikitnya 506 jenis Biodiversity yang berhasil di Inventarisasi di Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan SPTN Wilayah II Long Alango.
500-an flora fauna ini terbagi dengan 325 jenis flora, di mana 64 jenisnya adalah tumbuhan herba, liana, epifit, dan palem.
Baca Juga: TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi Berkapasitas Total 41,1 Gbps
Sementara jenis faunanya ada 181 yang terdiri dari 91 jenis burung, 28 jenis ikan, 38 jenis herpetofauna, 17 jenis reptil dan 21 jenis amfibi, 18 jenis mamalia, dan 6 jenis primata.
Dengan luas kawasan 1,3 juta hektar, jumlah Biodiversity yang telah di inventarisir itu tentu belum mencakup pontensi keseluruhan yang ada di TNKM.
Jadi, para peneliti masih bisa untuk mengeksplor lagi kawasan lainnya untuk kepentingan studi dan pengembangan pelestariannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Profil Amanda Lucson Finalis Puteri Indonesia 2026, Benarkah Usianya Terlalu Muda?
-
Momen Mahalini Latihan Bersama Band Pengiringnya Jelang Konser KOMA 14 Februari 2026
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat