Shin Tae Yong dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan tegas.
Dalam melatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong pun dikenal sangat disiplin dan bagi Pelath asal Korea Selatan ini, disiplin adalah harga mati.
Seperti yangd ilakukannya jelang pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Brunei, STY marah dengan pemain Timnas Indonesia yang datang terlambat pada sesi pemusatan latihan di Jakarta.
Ia pun tak mau kompromi saat melihat pemain datang terlambat di TC Timnas Indonesia.
Shin Tae Yong pun kesal dan marah. Menurutnya tingkah seperti itu tak bisa ditoleransi karena baginya janji itu sangat penting, sama seperti nyawa.
"Karena ada beberapa pemain yang terlambat datang ke TC (training camp) padahal TC mulai jam 12 siang tadi. Saya tegaskan janji itu sangat penting sama seperti nyawa," kata Shin Tae-yong seperti mengutip dari laporan Suara.com.
Bukan pertama kalinya Shin Tae Yong seperti ini, dulu ia sempat mencoret sejumlah nama pemain dari skuat Timnas Indonesia gegara perihal itu.
Saat masih berkarier di Korsel, STY juga dikenal sebagai pelatih sangat ketat dalam urusan displin.
Shin Tae-yong pun punya cerita tersendiri untuk urusan displin dimana pemainnya tak bisa berkutik bila melanggar.
Baca Juga: Seusai Sebut Pratama Arhan Miskin Dan Singgung Gaji Andre Rosiade, Valdi Ghifari Minta Maaf
Menurut Shin Tae Yong, ia bukan pelatih yang suka ikut campur dalam urusan pribadi namun jika sudah berkaitan dengan masalah displin, ia akan sangat marah besar.
Salah satu pemain Korsel Seungwoo Lee sempat menarik perhatian publik karena memiliki gaya rambut tak biasa. Publik Korsel saat itu menyoroti hal tersebut, namun tidak untuk STY.
"Saya menyadari bahwa rambut Seung-woo unik. Ia mengatakan bahwa hal itu adalah keinginannya, jadi saya mengatakan bahwa saya tidak peduli dengan caranya mengekspresikan diri," ujar STY seperti dilansir dari Nate.com
Selain itu saat melatih tim U-20 Korea Selatan ia juga tak mau mendekati kamar ganti karena menghormati privasi pemain.
Konon Shin Tae Yong hanya mengizinkan sebentar para pemain untuk berjalan-jalan dan menikmati kopi atau teh di waktu luang. Biasanya hal itu diberikan H-1 sebelum pertandigan.
"Setelah makan malam, jam 10 sampai 10:30 malam, setelah mereka bisa berjalan-jalan sebentar. Saya sendiri akan pergi tidur pukul 12. Saya bangun bangun, sarapan dan olahraga pagi. Semua pemain harus punya rutinitas itu, jadi saya suruh mereka melakukan itu, kalau hanya di dalam kamar itu akan membuat mereka malas," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
-
Ekonomi Jatim Tumbuh Hampir 6%, Tertinggi Se-Jawa, Gubernur Khofifah: Bukti Ketahanan & Akselerasi
-
BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Apa Itu Musinnah? Syarat Hewan Kurban yang Wajib Diketahui Umat Muslim
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 7 Mei 2026: Panen Hadiah SG Gurun hingga MP40 Cobra
-
IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega