- Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen yang didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan pemerintah.
- Peningkatan ekonomi dipicu oleh momen Idulfitri, pembayaran tunjangan hari raya, serta realisasi program prioritas Makan Bergizi Gratis.
- Investasi dan sektor pariwisata turut berkontribusi positif sehingga Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan tahunan tetap dalam tren kuat.
Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mengalami akselerasi yang signifikan dengan mencapai angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,39 persen (yoy).
"Kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini didorong oleh solidnya aktivitas domestik, di mana konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,52 persen (yoy)," katanya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (7/5/2026).
Ramdan Denny menjelaskan bahwa peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.
Selain itu juga dampak positif dari berbagai paket stimulus yang digelontorkan Pemerintah untuk menjaga daya beli.
Dari sisi pengeluaran, lonjakan paling tajam terlihat pada konsumsi Pemerintah yang tumbuh tinggi mencapai 21,81 persen (yoy).
"Kenaikan ini didorong oleh realisasi belanja pegawai melalui pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-14, serta akselerasi belanja program prioritas, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG)," katanya.
Di sisi lain, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukka performa positif dengan tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), yang didominasi oleh permintaan kendaraan, mesin, dan perlengkapan.
Sementara itu, sektor ekspor masih mampu tumbuh 0,90 persen (yoy) di tengah dinamika global, ditopang oleh permintaan mitra dagang utama dan geliat industri pariwisata.
Baca Juga: BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
Melihat dari lapangan usaha (LU), sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertanian tetap menjadi kontributor utama yang tumbuh stabil.
Namun, pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum serta sektor Transportasi dan Pergudangan, seiring dengan masifnya pergerakan wisatawan mancanegara maupun domestik saat libur lebaran.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2026 terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra).
Posisi selanjutnya diikuti oleh wilayah Sulawesi, Jawa, Sumatera, Maluku dan Papua (Mapua), serta Kalimantan.
Menatap prospek ke depan, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2026 akan tetap berada dalam tren kuat pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.
"BI berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan system pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan Pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional," tandasnya.
Berita Terkait
-
Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!