Bisnis / Makro
Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). [Ist]
Baca 10 detik
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen yang didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan pemerintah.
  • Peningkatan ekonomi dipicu oleh momen Idulfitri, pembayaran tunjangan hari raya, serta realisasi program prioritas Makan Bergizi Gratis.
  • Investasi dan sektor pariwisata turut berkontribusi positif sehingga Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan tahunan tetap dalam tren kuat.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mengalami akselerasi yang signifikan dengan mencapai angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,39 persen (yoy).

"Kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini didorong oleh solidnya aktivitas domestik, di mana konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,52 persen (yoy)," katanya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (7/5/2026).

Ramdan Denny menjelaskan bahwa peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.

Selain itu juga dampak positif dari berbagai paket stimulus yang digelontorkan Pemerintah untuk menjaga daya beli.

Dari sisi pengeluaran, lonjakan paling tajam terlihat pada konsumsi Pemerintah yang tumbuh tinggi mencapai 21,81 persen (yoy).

Bank Indonesia

"Kenaikan ini didorong oleh realisasi belanja pegawai melalui pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-14, serta akselerasi belanja program prioritas, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG)," katanya.

Di sisi lain, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukka performa positif dengan tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), yang didominasi oleh permintaan kendaraan, mesin, dan perlengkapan.

Sementara itu, sektor ekspor masih mampu tumbuh 0,90 persen (yoy) di tengah dinamika global, ditopang oleh permintaan mitra dagang utama dan geliat industri pariwisata.

Baca Juga: BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

Melihat dari lapangan usaha (LU), sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertanian tetap menjadi kontributor utama yang tumbuh stabil.

Namun, pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum serta sektor Transportasi dan Pergudangan, seiring dengan masifnya pergerakan wisatawan mancanegara maupun domestik saat libur lebaran.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2026 terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra).

Posisi selanjutnya diikuti oleh wilayah Sulawesi, Jawa, Sumatera, Maluku dan Papua (Mapua), serta Kalimantan.

Menatap prospek ke depan, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2026 akan tetap berada dalam tren kuat pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

"BI berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan system pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan Pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional," tandasnya.

Load More