Pelaku pembunuhan terhadap Mirna Salihin kini menjadi tanda tanya besar. Usai Film Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso ditayangkan, kini fakta seolah berbalik.
Banyak yang meragukan bahwa Jessica Wongso adalah pelaku pembunuhan. Dugaan pun muncul bahwa Jessica hanya menjadi kambing hitam.
Salah satu saksi yang sempat dihadirkan dalam persidangan adalah Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Djaja Surya Atmadja.
Awalnya, Dokter Djaja ini menjadi salah satu saksi yang dimusuhi oleh banyak orang, lantaran terkesan membela Jessica dan membenarkan kasus pembunuhan Mirna.
Hal ini lantaran Dokter Djaja sempat mengatakan jika kematian Mirna bukan disebabkan karena sianida.
Seolah berputar 360 derajat, kini Dokter Djaja dibela banyak orang dan dimintai bantuan sebagai saksi untuk membebaskan Jessica.
Baru-baru ini ia blak blakan menceritakan soal otopsi yang sempat ditolak oleh keluarga Mirna dalam podcast bersama Dr Richard Lee.
Dokter Djaja mengatakan jika ia adalah dokter satu-satunya yang pertama melakukan pengawetan terhadap mayat Mirna.
“Dia kan mau 3 hari disimpen dibawa ke Rumah Duka Heaven Dharmais Slipi, nah disitu saya itu dokter satu-satunya yang melakukan pengawetan,” Ujar Dokter Djaja.
Baca Juga: 4 Posisi Pengganti Tummy Time bagi Bayi yang Tidak Betah Tengkurap
“Jadi 2 jam setelah kematian itu saya ketemu mayatnya, karena mau formalin,” tambahnya.
Dokter Djaja menjelaskan sesuai aturan dari Dinas, mayat yang sudah lebih dari sehari maka harus diformalin, agar tidak busuk dan bau.
“kita diajari dalam forensik kalau mati tidak wajar itu harus otopsi, karena tanpa otopsi tidak ada sebab mati,” ucapnya.
“Nah, disitu saya ketemu bapaknya Mirna dan dia bilang dia tidak mau otopsi,” sambungnya.
Keganjalan ini menjadi tanda tanya besar bagi Dokter Djaja pribadi, pasalnya kematian yang terjadi pada Mirna dianggapnya tidak wajar.
“Ada instruksi polri mengatakan kalau kasusnya tidak wajar harus diotopsi,” ungkap Dokter Djaja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Bangun untuk Salat Subuh, Motor Sudah Raib; Satu Pelaku Curanmor Babak Belur Diamuk Warga
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Mau Jadikan PSI Mesin Politik
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih, Dorong Aksi Iklim Berkelanjutan