Syahrul Yasin Limpo, mantan Menteri Pertahian yang ditetapkan sebagai tersangka ini akhirnya dijemput paksa penyidik KPK pada Kamis (12/10/2023) malam.
Syahrul Yasin Limpo kemudian langsung digelandang ke gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan setelah terjerat kasus korupsi di bawah Kementerian Pertanian.
Syahrul Yasin Limpo akhirnya dijemput paksa oleh KPK dengan mengenakan topi hitam, bermasker putih dan menggunakan jaket hitam.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini terlihat turun dari mobil setelah dijemput paksa oleh KPK.
Ia kemudian turun dari mobil dan digiring petugas keamanan KPK untuk memasuki gedung KPK sekira pukul 19.16 WIB.
Syahrul terlihat menggunakan borgol saat melewati lobi gedung KPK dan menaiki tangga untuk menuju ruang pemeriksaan.
Sebelumnya, KPK menangkap Syahrul saat ia berada di sebuah apartemen di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Upaya paksa yang dilakukan KPK ini disebut terpaksa dilakukan setelah melihat perkembangan dari situasi yang ada.
Hal itu lantaran Syahrul telah berada di Jakarta, tetapi tidak datang ke gedung KPK untuk menyerahkan diri.
Baca Juga: KPU Batasi Hanya 30 Orang Masuk Ruang Saat Pendaftaran Capres dan Cawapres
KPK pun akhirnya menjemput paksa untuk menghindari kekhawatiran adanya upaya menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.
Sontak, netizen yang ikut melihat aksi penjemputan paksa seorang Syahrul Yasin Limpo ini ikut kesal.
Ada juga yang menilai tatapan lesu dan tak berdaya dari sang mantan menteri ini hanya sebuah kedok.
"Udah korup nyusahin pula ah dasar pejabat!!" kata netizen.
"Mesakne bangsaku, mentrine korup kabeh," tulis netizen.
"Harus tetap kelihatan lesu, lunglai tak berdaya di depan mata masyarakat umum dan netizen 62, pas masuk langsung ngopi , main bilyard hehhee," jelas netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026