Bisnis / Properti
Senin, 03 Maret 2014 | 14:58 WIB
Ilustrasi: Pameran properti. (Antara/Dhoni Setiawan)

Suara.com - Daiwa House Industry Co berencana menanam modal sebesar 1,48 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp17triliun di sektor properti di Amerika Serikat. Daiwa House Industry Co merupakan perusahaan properti terbesar di Jepang berdasarkan nilai pasar.

Jumlah investasi itu lebih besar tiga kali dibandingkan dana yang disiapkan untuk investasi di luar negeri guna meningkatkan pendapatan. Daiwa akan membangun perumahan di Texas dan mengalokasikan dana selama tiga tahun ke depan.

Perusahaan Jepang tersebut menargetkan bisa meraih pemasukan 50 miliar yen atau sekitar Rp6 triliun pada Maet 2019. Populasi penduduk Jepang yang terus menyusut membuat perusahaan properti seperti Daiwo mencari pasar di luar negeri.

Texas merupakan wilayah yang diincar Daiwo untuk bisa meningkatkan pendapatan perusahaan.

“Investasi yang dilakukan Daiwo sangat agresif dan sepertinya sedikit berisiko,” kata Masahiro Mochizuki, analis dari Credit Suisse Group AG.

Daiwo menargetkan generasi Y untuk membeli rumah yang mereka bangun.  Generasi Y adalah mereka yang lahir antara 1975 hingga 1989. Generasi Y dinilai sebagai pangsa pasar yang mendukung bisnis investasi mereka di Texas. (Bloomberg)

Load More