Suara.com - Pembukaan rute penerbangan internasional Kupang-Dili-Darwin akan memacu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT Abraham Paul Lyanto mengatakan, rute penerbangan internasional itu akan memberi manfaat secara ekonomi bagi daerah.
“Karena secara otomatis akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan menjadi gerbong untuk sektor usaha lainnya," katanya di Kupang, Senin, (10/3/2014) seperti dilansir Antara.
Menurut dia, jika sudah ada maskapai penerbangan yang siap melayani rute penerbangan itu, pemerintah daerah harus pandai melihat peluang kerja sama ekonomi dengan dua negara tetangga tersebut, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya telah mengusulkan pembukaan rute penerbangan internasional Kupang-Dili-Darwin kepada Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Permohonan pembukaan rute penerbangan internasional itu, sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
Usulan penerbangan internasional tersebut, kata dia, antara lain untuk mendukung sektor pariwisata, setelah ditetapkan biawak raksasa, Komodo, sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia pada 2013.
Selain itu, kata dia, letak wilayah NTT yang strategis karena sebagai wilayah terdepan pada sabuk selatan internasional yang berbatasan laut Australia dan darat dengan Timor Leste.
Hal penting lain terkait dengan penerbangan internasional Kupang-Dili-Darwin, katanya, akan mendukung pengembangan segitiga pertumbuhan ekonomi Kupang-Dili-Darwin.
"Ada banyak pertimbangan lain jika adanya penerbangan internasional yang menghubungkan tiga wilayah ini, mengingat adanya potensi ekonomi dan hubungan emosional antara masyarakat, terutama dengan Dili, Timor Leste," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
-
Radar Sosial yang Lumpuh: Mengapa Negara Gagal Membaca Isyarat Sunyi YBR?
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter