Suara.com - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah siap melakukan antisipasi atas rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) setelah menyelesaikan kebijakan "tapering off", pada 2015.
"Kita siap, bahkan sejak awal telah mengantisipasi itu, memang ada gejolak di pasar keuangan, karena banyak 'emerging market' harus melakukan penyesuaian dalam kebijakan moneternya," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Chatib mengatakan pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen tersebut sempat menimbulkan volatilitas di pasar keuangan serta menyebabkan tekanan pada nilai tukar rupiah, namun kondisi saat ini telah relatif stabil.
Ia menambahkan pemerintah dan Bank Indonesia telah melakukan antisipasi berupa pengetatan kebijakan fiskal serta moneter sejak pertengahan tahun 2013 untuk mengantisipasi gejolak akibat isu "tapering off".
"Bank Indonesia telah melakukan (kenaikan suku bunga) sejak awal, BI rate telah naik 175 basis poin dan fiskalnya telah diketatkan, sehingga dampaknya dapat lebih minimal," katanya.
Chatib juga berkaca dari pengalaman investor yang biasanya mampu beradaptasi dengan perkembangan perekonomian global, dan pelaku pasar diperkirakan telah siap dalam menghadapi kebijakan The Fed terkait suku bunga.
"Logikanya kalau The Fed menunjukkan akan menaikkan 'interest rate' pada 2015, mungkin 'market' akan melakukan 'price in' enam bulan sebelumnya, nanti kita lihat lagi kedepannya," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga mungkin dimulai sekitar enam bulan setelah program stimulus moneter berakhir, yang dapat dilakukan dalam paruh pertama 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026
-
HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian
-
Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi
-
Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS
-
Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia
-
IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran