- IHSG melemah ke level 6.088 pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, setelah sempat dibuka menguat di level 6.112.
- Sebanyak 242 saham mengalami penurunan nilai saat total transaksi pasar mencapai angka Rp 777,02 miliar pagi itu.
- PT Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguat di rentang support 6.057 dan resistance 6.162 meski bursa Asia melemah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meloyo pada awal perdagangan, Jumat, 17 Juli 2026. Padahal, IHSG dibuka menguat ke level 6.112.
Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru berbalik melemh 19,78 poin atau 0,32 persen ke level 6.088.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,88 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 777,02 miliar serta frekuensi sebesar 165.020 kali.
Di waktu itu, terdapat 201 saham menghijau, sedangkan, 242 saham merosot. Sisanya, 522 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- AGAR
- RONY
- TNCA
- KBLV
- BPTR
Top Loser
- BAPA
- CTTH
- BBLD
- PSDN
- RMKE
Proyeksi IHSG
PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak menguat pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat ke 6.162, Reliance Sekuritas Unggulkan BBCA hingga SCMA
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.057 dan resistance 6.162, seiring mulai membaiknya sentimen pasar meski bursa saham Asia pada pembukaan perdagangan mayoritas berada di zona merah.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengatakan, peluang penguatan IHSG masih terbuka dengan tetap mencermati dinamika pasar global yang masih membebani pergerakan indeks regional.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support di level 6.057 dan resistance di level 6.162 dengan kecenderungan menguat. Meski mayoritas bursa Asia pada pagi ini melemah, peluang penguatan IHSG masih terbuka didukung sejumlah saham yang menunjukkan sinyal teknikal positif," ujar Reza Priyambada saat dihubungi Suara.com, Jumat (17/7/2026).
Pada perdagangan pagi, mayoritas indeks saham Asia mengalami pelemahan. Salah satunya Indeks Nikkei 225 yang turun sekitar tiga koma nol lima persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia
-
IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran
-
Hartanya Terkuras, Putra Pengetik Naskah Proklamasi Hidup Sulit di Bekasi
-
Cara Mudah Punya Mobil Listrik Lewat Skema Pembiayaan Terbaru
-
Cinta yang Dibatasi atau Dijaga? Memahami Konsep Taaruf di Era Modern
-
Siapa Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol?