Suara.com - Hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 sejak Sabtu (8/3/2014) memberikan dampak besar terhadap harga saham perusahaan itu di bursa efek Malaysia. Pada sesi pembukaan perdagangan, Rabu (26/3/2014), harga saham Malaysia Airlines terus turun dan mencapai titik terendah di level 0,225 dolar Amerika.
Sejak hilangnya pesawat MH370, harga saham MAS terus tertekan. Sebelum hilangnya MH370, saham MAS sempat berada di level 0,3 dolar Amerika. Namun, ketika muncul berita tentang hilangnya pesawat MH370, harga saham MAS langsung terjung bebas.
Harga saham MAS mencapai titik terendah pada 17 Februari lalu yaitu 0,23 dolar Amerika per lembarnya. Namun, harga saham MAS terus anjlok dan mencapai titik terendah baru pada Rabu (26/3/2014). Dua hari lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, perjalanan MH370 berakhir di atas Samudera Hindia bagian selatan atau dekat kota Perth, Australia.
Pesawat MH370 membawa 239 penumpang dan kru dan hilang dari radar 40 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing. Setelah hilang dari radar, MH370 masih sempat terbang selama 8 jam dengan posisi terakhir di Samudera Hindia. Pencarian pesawat MH370 melibatkan 26 negara. (Bloomberg/Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar