Suara.com - PT Pupuk Sriwidjaja Palembang per April 2014 telah menyalurkan 337.059 ton pupuk urea bersubsidi kepada petani di sembilan wilayah kerjanya yang meliputi provinsi di Sumatera dan Pulau Jawa.
"Pupuk urea tersebut disalurkan kepada petani di lima provinsi dalam wilayah Sumatera bagian Selatan yang meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung dan empat daerah di Pulau Jawa meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Manager Humas PT Pusri Sulfa Ghani di Palembang, Jumat (4/4/2014).
Menurut dia, realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di sembilan wilayah kerja tersebut diprediksi beberapa bulan ke depan akan lebih banyak lagi karena sekarang ini mulai memasuki musim tanam tahap II (periode April-September).
Seperti biasanya memasuki musim tanam, permintaan pupuk urea terjadi peningkatan, untuk mencegah terjadinya masalah kelangkaan sekarang ini pihaknya terus berupaya menyiapkan stok di gudang yang ada di setiap sentra produksi pertanian.
"Untuk mengatasi terjadinya kelangkaan pupuk urea bagi petani di sembilan provinsi wilayah kerja PT Pusri, kami berupaya menyiapkan stok di daerah sentra produksi pertanian dalam jumlah cukup sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani masing-masing provinsi," ujarnya.
Berdasarkan data per April ini, stok pupuk urea di sentra produksi pertanian yang ada di seluruh wilayah kerja PT Pusri mencapai 77.193 ton atau di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah sebanyak 50.072 ton.
“Dengan kondisi stok pupuk urea yang tersedia di sentra produksi pertanian sekarang ini, kebutuhan pupuk petani di seluruh provinsi yang menjadi tanggung jawab PT Pusri pada musim tanam April-September 2014 ini dijamin aman atau bisa dipenuhi sesuai dengan RDKK, “ kata Sulfa. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok