Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyepakati pemberian fasilitas kredit investasi sebesar Rp1,95 triliun kepada PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia. Dana itu untuk membiayai pembangunan pabrik Semen Indarung VI di Padang, Sumatera Barat.
Senior EVP Transaction Banking Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan, seluruh komitmen pinjaman tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group, khususnya Semen Padang, melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga mampu menopang pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami menyediakan pendanaan bagi peningkatan kapasitas produksi industri semen nasional guna mendukung pembangunan infrastruktur dan merealisasikan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," ujar Rico.
Pinjaman itu sendiri berjangka waktu 8 tahun dan akan memenuhi 53 persen dari total kebutuhan investasi untuk pembangunan pabrik.
Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan fasilitas treasury line senilai 10 juta dolar Amerika atau sekira Rp110,5 miliar kepada PT Semen Padang untuk memperkuat likuiditas valas perusahaan.
"Kami berkeinginan untuk dapat berkontribusi secara optimal pada pembangunan sektor industri, khususnya industri manufaktur, yang dapat meningkatkan daya saing nasional, terlebih menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun depan," ujar Rico.
Hingga tiwulan pertama 2014, pembiayaan Bank Mandiri ke sektor industri manufaktur telah mencapai Rp81,6 triliun, tumbuh 16,59 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara khusus untuk industri semen, kucuran kredit Bank Mandiri hingga akhir Maret 2014 telah mencapai Rp2,1 triliun, naik 3,7 persen dari Maret 2013. (Antara)
Berita Terkait
-
Bank Mandiri Taspen Buka Tiga Posko Pengaduan Penipuan Investasi
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya