Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 April 2026 | 07:48 WIB
Bank Mandiri tebar dividen tertinggi. (Dok: Bank Mandiri)
Baca 10 detik
  • RUPST Bank Mandiri di Jakarta pada 29 April 2026 menetapkan rekor pembagian dividen sebesar Rp44,47 triliun bagi pemegang saham.
  • Keputusan dividen tersebut mencerminkan kinerja keuangan solid dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan Dana Pihak Ketiga sepanjang tahun 2025.
  • Perusahaan juga menyetujui aksi korporasi pembelian kembali saham senilai Rp1,17 triliun serta melakukan perubahan susunan pengurus perseroan.

Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyepakati pembagian dividen Bank Mandiri sebesar Rp44,47 triliun atau setara 79 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. 

Keputusan yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (29/4/2026), tersebut mencatatkan rekor sebagai pembagian dividen tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perseroan.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengungkapkan bahwa besaran dividen ini merupakan cerminan dari kinerja keuangan perseroan yang solid dengan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 13,4 persen secara year on year (YoY). 

Fundamental kuat Bank Mandiri juga terlihat dari posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat signifikan sebesar 23,9 persen YoY menjadi Rp2.106 triliun pada akhir tahun 2025.

Dari total dividen tersebut, sebesar Rp9,3 triliun telah dibayarkan lebih awal kepada pemegang saham sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya akan segera didistribusikan pascapenyelenggaraan RUPST. 

Adapun nilai dividen per saham (dividend per share) yang diterima pemegang saham emiten berkode BMRI ini adalah sebesar Rp476,95, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp466,18 per lembar saham.

“Hal ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global,” ujar Riduan dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Dirut Bank Mandiri, Riduan (Bank Mandiri)

Dengan harga saham penutupan pada saat RUPST sebesar Rp4.430 per lembar, maka dividend yield yang dihasilkan mencapai 10,77 persen. 

Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara emiten perbankan di Indonesia. 

Baca Juga: Kinerja Bank Mandiri: Dividen Rp 44,47 T Siap Dibagikan, Intip Detail Buyback Saham

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp1,17 triliun yang akan dilaksanakan hingga April 2027.

Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen YoY. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross di level 0,98 persen.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. 

RUPST memberhentikan dengan hormat Muhammad Yusuf Ateh dari jabatan Komisaris dan mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations Bank Mandiri.

Berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri:

Dewan Komisaris:

Load More