Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 April 2026 | 07:37 WIB
Gedung Bank Mandiri. (Dok: Bank Mandiri)
Baca 10 detik
  • RUPST Bank Mandiri pada 29 April 2026 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun dari laba bersih.
  • Perseroan juga merestui rencana pembelian kembali saham senilai Rp 1,17 triliun untuk program kepemilikan karyawan dan manajemen.
  • Rapat tersebut menetapkan perubahan susunan pengurus serta melaporkan pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 16,6% pada kuartal pertama.

Suara.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang diselenggarakan pada Rabu (29/4) telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 79% dari total laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025. Alokasi dividen ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah bank tersebut.

Dividen ini bersumber dari perolehan laba bersih konsolidasi tahun 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun.

Pertumbuhan kinerja ini didukung oleh ekspansi kredit yang meningkat 13,4% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1.895 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 23,9% YoY ke angka Rp 2.106 triliun.

Pembayaran Dividen dan Imbal Hasil

Dari total dividen Rp 44,47 triliun, perseroan telah menyetorkan Rp 9,3 triliun sebagai dividen interim pada Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham sesuai dengan jadwal yang akan ditetapkan pasca-RUPST.

Berikut adalah rincian dividen per lembar saham:

  • Total Dividend Per Share (DPS): Rp 476,95 per saham (meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 466,18).
  • Dividend Yield: Berdasarkan harga penutupan saat RUPST di level Rp 4.430, imbal hasil dividen tercatat sebesar 10,77%.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan nilai optimal bagi pemegang saham dan negara tanpa mengganggu kapasitas bank untuk tumbuh di kancah nasional maupun global.

Rencana Buyback Saham dan Perubahan Manajemen

Baca Juga: BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

Selain pembagian laba, pemegang saham juga memberikan restu atas rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun.

Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 29 April 2027. Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham karyawan dan manajemen guna menyelaraskan kepentingan internal dengan prospek jangka panjang perseroan.

Dalam rapat yang sama, terjadi perubahan susunan pengurus. RUPST memberhentikan dengan hormat Muhammad Yusuf Ateh dari posisi Komisaris dan mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations. Berikut adalah struktur inti manajemen terbaru:

  • Direktur Utama: Riduan
  • Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan
  • Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini
  • Wakil Komisaris Utama: Rudy Salahuddin Ramto (efektif setelah fit and proper test)

Kinerja Kuartal I 2026 dan Fokus Strategis

Tren positif Bank Mandiri berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026 dengan perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,4 triliun, tumbuh 16,6% YoY. Profitabilitas tetap terjaga dengan Return on Equity (ROE) di level 22,1% dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 19,7%.

Kualitas aset tetap terkendali dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,98%. Ke depan, Bank Mandiri diposisikan sebagai bagian dari ekosistem Danantara yang akan mendukung agenda strategis pemerintah, termasuk penyaluran kredit untuk sektor produktif, UMKM, serta program prioritas nasional seperti pembangunan hunian dan program nutrisi nasional.

Load More