Bisnis / Keuangan
Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 16,6 persen secara year on year.. (Dok: Bank Mandiri)
Baca 10 detik
  • Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 16,6 persen secara year on year.
  • Penyaluran kredit tumbuh signifikan menjadi Rp1.530 triliun melalui sinergi strategis pada sektor UMKM serta penguatan ekosistem digital perusahaan.
  • Perseroan menjaga kualitas aset dengan rasio NPL rendah di angka 0,98 persen serta memperkuat posisi permodalan secara berkelanjutan.

Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sukses membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh sebesar 16,6 persen secara year on year (YoY).

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi sinergi yang terarah, terutama dalam mendukung sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan penguatan ekosistem digital.

“Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional,” ujar Riduan dalam paparan kinerja di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Selain pertumbuhan laba, indikator profitabilitas Bank Mandiri juga terjaga di level yang sangat kuat. Return on Equity (ROE) tercatat berada pada posisi 22,1 persen.

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Mandiri berada di level 19,7 persen, memberikan ruang yang luas bagi perseroan untuk berekspansi secara berkelanjutan di masa depan.

Bank Mandiri mencatatkan akselerasi penyaluran kredit yang signifikan. Hingga Maret 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.530 triliun, meningkat 17,4 persen YoY. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan yang tercatat sebesar 9,37 persen per Februari 2026.

Pertumbuhan juga terjadi di sisi penghimpunan dana. Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only mencapai Rp1.675 triliun, tumbuh 21,1 persen YoY. Kekuatan pendanaan ini didorong oleh pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun, naik 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Efisiensi operasional kami juga semakin membaik, tercermin dari rasio BOPO yang turun ke level 58,0 persen atau membaik 3,48 persen secara tahunan,” tambah Riduan.

Meski berekspansi dengan agresif, Bank Mandiri tetap disiplin dalam menjaga kualitas aset. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross bank only terjaga rendah di level 0,98 persen, membaik 3 bps YoY. Perseroan juga menyiapkan bantalan yang cukup dengan NPL Coverage Ratio di level 245 persen.

Baca Juga: Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri juga aktif menyukseskan berbagai program nasional prioritas pada awal tahun 2026 ini.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memastikan program pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Riduan.

Load More