Suara.com - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa ribuan buruh PT HM Sampoerna dan PT Newmont, menunjukan ketidak berpihakan pemerintah terhadap buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan, pemerintah terkesan membiarkan begitu saja dan mempermudah perizinan proses PHK tersebut.
“Padahal PHK dalàm jumlah besar di perusahaan multinational pasti sudah diketahui dan direncanakan jauh-jauh hari (dari setahun lalu),jadi seharusnya sudah ada langkah antisipasi dari pemerintah dan pengusaha tersebu seperti menghilangkan lembur atau shift kerja,merumahkan buruh sambil menunggu kondisi perusahaan membaik,jadi bukan tiba - tiba mem-PHK, hal ini jelas sangat merugikan buruh terlebih PHK tersebut tanpa penjelasan yang masuk akal,” kata Said dalam surat elektronik yang diterima suara.com, Minggu (1/6/2014).
KSPI menduga PHK ribuan buruh ini hanyalah akal-akalan HM Sampoerna dan Newmont untuk bisa nantinya merekrut lagi karyawan baru dalam bentuk outsourcing dan kontrak sehingga bisa membayar upah murah dan tidak perlu menyiapkan dana pensiun.
Oleh karenanya, KSPI mendesak pemerintah dan pengadilan perburuhan menolak PHK tersebut dan menyerukan kepada buruh HM sampoerna dan Newmont untuk melakukan perlawanan dengan cara membawa kasus ini ke PHI dan pemogokan sesuai UU, KSPI pun siap membantu dan mendampingi buruh - buruh tersebut.
PT HM Sampoerna akan menghentikan kegiatan produksi pabrik sigaret kretek tangan yang berlokasi di Jember dan Lumajang, Jawa Timur, sehingga 4.900 karyawan perusahaan rokok terbesar itu terkena PHK dan terhitung sejak 31 Mei 2014.
Sementara itu, sebanyak 3.200 orang karyawan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) atau 80 persen dari total 4.000-an lebih karyawan perusahaan tambang tembaga dan emas di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, dirumahkan mulai hari ini (1/6/2014).
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular