Suara.com - Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional Cirebon, Jawa Barat, naik karena para petani sentra bawang merah di Cirebon dan Berebes belum panen.
Salah seorang petani bawang merah Cirebon,Riwad, mengatakan, harga bawang merah naik untuk tingkat eceran tembus Rp23 ribu per kilogram.
"Mahalnya harga bawang merah karena petani lokal belum panen ," katanya.
Kata dia, petani lokal belum panen sehingga mereka sulit mendapatkan untung, sedangkan panen serentak haarganya anjlok, bahkan hingga dibawah modal tanam.
Sementara itu Rokiman, pedagang bumbu di pasar Jagasatru Cirebon, kepada wartawan di Cirebon, mengatakan, harga bawang merah naik, sebelumnya anjlok hanya dijual Rp6.000 per kilogram karena kiriman melebihi kebutuhan pasar.
Kini, harga bawang merah kualitas super dijual kisaran Rp23 ribu per kilogram, pasokan dari petani setempat belum stabil, karena mereka belum panen.
Ia menambahkan, harga bawang merah sulit diperkirakan, saat gagal panen dijual eceran tembus Rp45 ribu per kilogram, bahkan mencapai Rp90 ribu per kilogram akibat kekurangan pasokan dari petani setempat. (Antara)
Berita Terkait
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih
-
Belanja ke Pasar, Bunga Zainal Mencak-Mencak Harga Pangan Naik Drastis
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya