Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkejut dengan keputusan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) untuk merumahkan 3.200 karyawan karena belum keluarnya izin ekpor konsentrat.
Juru bicara Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman mengatakan, Kementerian ESDM sudah mengajukan permohonan ekspor konsentrat yang diminta PT Newmont Nusa Tenggara kepada Kementerian Perkonomian.
Kata dia, pembahasan tersebut sudah mencapai tahap-tahap akhir sehingga izin ekspor kemungkinan sudah bisa keluar pada pekan depan.
“Kami sangat prihatin karena jumlah karyawan yang dirumahkan itu kan sangat banyak sekali. Kami berharap perumahan karyawan itu tidak berlangsung lama karena dampaknya sangat besar sekali. Kita tidak menyangka ini terjadi karena Newmont sempat setuju untuk menunda perumahan karyawan sampai izin ekpor konsentrat keluar,” kata Saleh kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (6/6/2014).
Saleh menambahkan, proses pengeluaran izin ekpor konsentrat untuk PT Newmont Nusa Tenggara sudah hampir selesai. Kementerian Perekonomian tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan tentang penurunan bea keluar yang diminta PT Newmont Nusa Tenggara.
PT Newmont sudah menghentikan seluruh kegiatan penambangan dan produksi di Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan merumahkan karyawaan akibat penuhnya tempat penampungan konsentrat di tambang tersebut.
Kegiatan eksplorasi berhenti akibat imbas penerapan UU Minerba No 04/2009 yang melarang pengusaha mengekspor mineral mentah ke luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan