Suara.com - Indeks di kawasan regional berhasil keluar dari zona merah dan ditutup menguat pada sesi penutupan perdagangan, Selasa (24/6/2014). Turunnya harga minyak memicu kenaikan indeks di kawasan regional.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 bertambah 6,96 poin ke posisi 15.376 yang merupakan posisi tertinggi sejak akhir Januari lalu. Sedangkan indeks Topix juga naik tipis 0,08 persen ke posisi 1.268.
Pelaku pasar sempat mengambil keuntungan dengan menjual saham pada sesi pembukaan perdagangan. Namun, harga saham mulai berbalik arah menjelang pidato Perdana Menteri Shinzo Abe terkait kebijakan ekonomi terbarunya.
“Meski pasar tengah berada di posisi menguntungkan untuk menjual saham, investor justru tidak tertarik untuk mengambil keuntungan jangka pendek karena volatilitasnya masih rendah. Namun, ini tergantung kepada pernyataan Abe nanti,” kata salah satu analis di bursa saham Jepang.
Sementara itu, gencatan senjata antara kelompok pemberontak pro-Rusia dengan Ukraina telah membuat harga minyak dunia turun. Ini memberikan sentimen positif kepada pelaku pasar.
“Harga minyak masih tetap menjadi risiko besar, tetapi terjadinya penurunan harga merupakan kabar positif terhadap pasar modal,” kata Thomas Yong, CEO Fortress Capital Asset Management Sdn.
Lonjakan saham dialami indeks di Filipina dan Malaysia yang naik 0,3 persen. Sedangkan indeks di Vietnam terangkat 0,7 persen. Di Jakarta, indeks harga saham gabungan juga berhasil memasuki zona hijau dan ditutup menguat 0,3 persen ke level 4.862. (RTI/Bloomberg)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Belum bangkit, IHSG Ditutup Anjlok 4,88 Persen ke Level 7.922
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI
-
Profil Joshua Baker Adik Mitchell Baker yang Bela Hong Kong, Bisa Dinaturalisasi Jadi WNI?