- Indeks saham Wall Street anjlok lebih dari 1 persen akibat eskalasi konflik AS-Iran dan kebijakan blokade Selat Hormuz.
- Harga minyak dunia melonjak hampir 8 persen karena kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
- Pasar juga menanti laporan keuangan bank-bank besar AS yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks selanjutnya.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street diproyeksikan melemah tajam indeks saham wall street anjlok pada Minggu malam waktu setempat (Senin Pagi waktu Indonesia).
Tekanan pasar muncul usai Presiden Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, menyusul gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran.
Menukil CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau 1,1 persen. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 1,1 persen dan Nasdaq-100 merosot 1,2 persen.
“Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua Kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social.
"Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam Blokade ini. Iran tidak akan diizinkan untuk mengambil keuntungan dari Tindakan PEMERASAN ilegal ini."
Langkah tersebut diambil setelah perundingan antara AS dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan negosiasi ini kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik kedua negara akan berlangsung lebih lama, sehingga membebani ekonomi global.
Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah WTI melonjak 7,9 persen menjadi 104,19 dolar AS per barel pada awal perdagangan Minggu.
Komando Pusat AS juga menyatakan akan mulai memblokir seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi waktu setempat pada Senin. Meski begitu, kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan di luar Iran disebut tidak akan terdampak.
Wakil Presiden AS, JD Vance, meninggalkan Islamabad tanpa kesepakatan dengan pejabat Iran. Ia menyebut Iran enggan menghentikan pengembangan senjata nuklir. Sementara itu, Iran menuntut kendali atas Selat Hormuz, ganti rugi perang, serta pembebasan aset yang dibekukan.
Baca Juga: Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz
Di sisi lain, laporan The Wall Street Journal menyebut Trump juga tengah mempertimbangkan opsi melanjutkan serangan militer setelah kegagalan diplomasi tersebut.
CEO KKM Financial, Jeff Kilburg, menilai pernyataan blokade ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa konflik Iran masih penuh ketidakpastian.
“Pernyataan blokade baru ini merupakan sinyal nyata kepada pasar saham bahwa konflik Iran masih belum pasti, namun para pedagang melihat perkembangan ini sebagai taktik negosiasi dibandingkan implementasi kebijakan yang sebenarnya, atau sebagai solusi jangka panjang untuk Selat Hormuz,” ujarnya.
Meski demikian, Kilburg menyebut masih ada peluang aksi beli sebelum pasar dibuka pada Senin.
Sebelumnya, harapan berakhirnya konflik sempat mendorong penguatan pasar saham AS. Pekan lalu, S&P 500 melonjak 3,6 persen, Nasdaq naik sekitar 4,7 persen, dan Dow Jones menguat 3 persen—menjadi kinerja terbaik sejak November.
Dari sisi fundamental, pelaku pasar juga menantikan musim laporan keuangan kuartal pertama yang mulai bergulir pekan ini. Bank-bank besar seperti Goldman Sachs dijadwalkan merilis kinerja pada Senin, disusul Citigroup, Wells Fargo, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, serta Bank of America pada pekan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket