- IHSG anjlok 4,11 persen ke level 5.936,05.
- Sebanyak 704 saham turun, hanya 61 saham naik.
- Nilai transaksi tembus Rp11,89 triliun di tengah aksi jual besar.
Suara.com - Tekanan besar kembali menghantam pasar saham Indonesia. Berdasarkan data perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam 4,11 persen ke level 5.936,05, setelah sempat dibuka di posisi 6.207,10 pada pukul 11:00 Wib Rabu (3/6/2026).
Aksi jual masif membuat IHSG bergerak liar. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.213,80, namun tekanan jual yang semakin kuat menyeret indeks hingga ke level terendah harian di 5.936,05.
Pelemahan ini menjadi sinyal meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan arus modal asing yang terus meninggalkan pasar domestik. Apalagi berita soal penggeledahan Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) usai Kepala BGN Dadan Hindaya dicopot menambah sentimen negatif pelaku pasar.
Dari sisi kapitalisasi pasar, nilai pasar seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berada di kisaran Rp10.418 triliun. Meski masih berada di atas Rp10.000 triliun, penurunan indeks yang tajam berpotensi menggerus nilai kekayaan investor dalam jumlah signifikan.
Aktivitas perdagangan terbilang sangat tinggi. Volume transaksi mencapai 18,70 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,89 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 1,424 juta kali transaksi. Tingginya aktivitas tersebut menunjukkan investor ramai-ramai melakukan reposisi portofolio di tengah tekanan pasar.
Yang paling mencolok adalah dominasi saham yang mengalami penurunan harga. Tercatat hanya 61 saham yang menguat, sementara 704 saham melemah dan 194 saham stagnan. Rasio ini menggambarkan tekanan jual yang terjadi hampir merata di seluruh sektor.
Analis menilai kondisi tersebut menunjukkan sentimen negatif sedang menguasai pasar. Jika tekanan eksternal maupun domestik tidak mereda dalam waktu dekat, volatilitas tinggi berpotensi masih akan membayangi pergerakan IHSG dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
Terkini
-
Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia
-
Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!
-
Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah
-
Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini
-
Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an
-
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
-
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking